Juz · 19الجزء التاسع عشرJuz 19Al-Furqan – An-Naml3Surah339Ayat19Juz Ke-
3
Surah
339
Ayat
19
Juz Ke-
21
۞وَقَالَ ٱلَّذِينَ لَا يَرۡجُونَ لِقَآءَنَا لَوۡلَآ أُنزِلَ عَلَيۡنَا ٱلۡمَلَـٰٓئِكَةُ أَوۡ نَرَىٰ رَبَّنَاۗ لَقَدِ ٱسۡتَكۡبَرُواْ فِيٓ أَنفُسِهِمۡ وَعَتَوۡ عُتُوّٗا كَبِيرٗا
Wa qaalal lazeena laa yarjoona liqaaa'anaa law laaa unzila 'alainal malaaa'ikatu awnaraa Rabbanaa; laqadistakbaroo feee anfusihim wa 'ataw 'utuwwan kabeeraa
Dan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami (di akhirat) berkata, "Mengapa bukan para malaikat yang diturunkan kepada kita atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita?" Sungguh, mereka telah menyombongkan diri mereka dan benar-benar telah melampaui batas (dalam melakukan kezaliman).
Tafseer
22
يَوۡمَ يَرَوۡنَ ٱلۡمَلَـٰٓئِكَةَ لَا بُشۡرَىٰ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُجۡرِمِينَ وَيَقُولُونَ حِجۡرٗا مَّحۡجُورٗا
Yawma yarawnal malaaa 'ikata laa bushraa Yawma'izil lilmujrimeena wa yaqooloona hijram mahjooraa
(Ingatlah) pada hari (ketika) mereka melihat para malaikat, pada hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa dan mereka berkata, "ḥijran maḥjūrā."
Tafseer
23
وَقَدِمۡنَآ إِلَىٰ مَا عَمِلُواْ مِنۡ عَمَلٖ فَجَعَلۡنَٰهُ هَبَآءٗ مَّنثُورًا
Wa qadimnaaa ilaa maa 'amiloo min 'amalin faja'alnaahu habaaa'am mansooraa
Dan Kami akan perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami akan jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.
Tafseer
24
أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَنَّةِ يَوۡمَئِذٍ خَيۡرٞ مُّسۡتَقَرّٗا وَأَحۡسَنُ مَقِيلٗا
As haabul jannati yawma'izin khairum mustaqar ranw wa ahsanu maqeela
Penghuni-penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya.
Tafseer
25
وَيَوۡمَ تَشَقَّقُ ٱلسَّمَآءُ بِٱلۡغَمَٰمِ وَنُزِّلَ ٱلۡمَلَـٰٓئِكَةُ تَنزِيلًا
Wa Yawma tashaqqaqus samaaa'u bilghamaami wa nuzzilal malaaa'ikatu tanzeela
Dan (ingatlah) pada hari (ketika) langit pecah mengeluarkan kabut putih dan para malaikat diturunkan (secara) bergelombang.
Tafseer
26
ٱلۡمُلۡكُ يَوۡمَئِذٍ ٱلۡحَقُّ لِلرَّحۡمَٰنِۚ وَكَانَ يَوۡمًا عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ عَسِيرٗا
Almulku Yawma'izinil haqqu lir Rahmaan; wa kaana Yawman'alal kaafireena 'aseeraa
Kerajaan yang hak pada hari itu adalah milik Tuhan Yang Maha Pengasih. Dan itulah hari yang sulit bagi orang-orang kafir.
Tafseer
27
وَيَوۡمَ يَعَضُّ ٱلظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيۡهِ يَقُولُ يَٰلَيۡتَنِي ٱتَّخَذۡتُ مَعَ ٱلرَّسُولِ سَبِيلٗا
Wa Yawma ya'adduz zaalimu 'alaa yadaihi yaqoolu yaa laitanit takhaztu ma'ar Rasooli sabeelaa
Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang zalim menggigit kedua tangannya, (menyesali perbuatannya) seraya berkata, "Wahai! Sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul.
Tafseer
28
يَٰوَيۡلَتَىٰ لَيۡتَنِي لَمۡ أَتَّخِذۡ فُلَانًا خَلِيلٗا
Yaa wailataa laitanee lam attakhiz fulaanan khaleelaa
Wahai celaka aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku),
Tafseer
29
لَّقَدۡ أَضَلَّنِي عَنِ ٱلذِّكۡرِ بَعۡدَ إِذۡ جَآءَنِيۗ وَكَانَ ٱلشَّيۡطَٰنُ لِلۡإِنسَٰنِ خَذُولٗا
Laqad adallanee 'aniz zikri ba'da iz jaaa'anee; wa kaanash Shaitaanu lil insaani khazoolaa
sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan (Al-Qur`an) ketika (Al-Qur`an) itu telah datang kepadaku. Dan setan memang pengkhianat manusia."
Tafseer
30
وَقَالَ ٱلرَّسُولُ يَٰرَبِّ إِنَّ قَوۡمِي ٱتَّخَذُواْ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ مَهۡجُورٗا
Wa qaalar Rasoolu yaa Rabbi inna qawmit takhazoo haazal Qur-aana mahjooraa
Dan Rasul (Muhammad) berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur`an ini diabaikan."
Tafseer
31
وَكَذَٰلِكَ جَعَلۡنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوّٗا مِّنَ ٱلۡمُجۡرِمِينَۗ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ هَادِيٗا وَنَصِيرٗا
Wa kazaalika ja'alnaa likulli Nabiyyin 'aduwwam minal mujrimeen; wa kafaa bi Rabbika haadiyanw wa naseeraa
Begitulah, bagi setiap nabi, telah Kami adakan musuh dari orang-orang yang berdosa. Tetapi cukuplah Tuhanmu menjadi pemberi petunjuk dan penolong.
Tafseer
32
وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَوۡلَا نُزِّلَ عَلَيۡهِ ٱلۡقُرۡءَانُ جُمۡلَةٗ وَٰحِدَةٗۚ كَذَٰلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِۦ فُؤَادَكَۖ وَرَتَّلۡنَٰهُ تَرۡتِيلٗا
Wa qaalal lazeena kafaroo law laa nuzzila 'alaihil Quraanu jumlatanw waahidah; kazaalika linusabbita bihee fu'aadaka wa rattalnaahu tarteelaa
Dan orang-orang kafir berkata, "Mengapa Al-Qur`an itu tidak diturunkan kepadanya sekaligus?" Demikianlah, agar Kami memperteguh hatimu (Muhammad) dengannya dan Kami membacakannya secara tartil³ (berangsur-angsur, perlahan dan benar).
Tafseer
33
وَلَا يَأۡتُونَكَ بِمَثَلٍ إِلَّا جِئۡنَٰكَ بِٱلۡحَقِّ وَأَحۡسَنَ تَفۡسِيرًا
Wa laa yaatoonaka bimasainn illaa ji'naaka bilhaqqi wa ahsana tafseeraa
Dan mereka (orang-orang kafir itu) tidak datang kepadamu (membawa) sesuatu yang aneh, melainkan Kami datangkan kepadamu yang benar dan penjelasan yang paling baik.
Tafseer
34
ٱلَّذِينَ يُحۡشَرُونَ عَلَىٰ وُجُوهِهِمۡ إِلَىٰ جَهَنَّمَ أُوْلَـٰٓئِكَ شَرّٞ مَّكَانٗا وَأَضَلُّ سَبِيلٗا
Allazeena yuhsharoona 'alaa wujoohim ilaa jahannama ulaaa'ika sharrum makaananw wa adallu sabeelaa )section 3)
Orang-orang yang dikumpulkan di neraka Jahanam dengan diseret wajahnya, mereka itulah yang paling buruk tempatnya dan paling sesat jalannya.
Tafseer
35
وَلَقَدۡ ءَاتَيۡنَا مُوسَى ٱلۡكِتَٰبَ وَجَعَلۡنَا مَعَهُۥٓ أَخَاهُ هَٰرُونَ وَزِيرٗا
Wa laqad aatainaa Moosal Kitaaba wa ja'alnaa ma'ahooo akhaahu Haaroona wazeeraa
Dan sungguh, Kami telah memberikan Kitab (Taurat) kepada Musa dan Kami telah menjadikan Harun saudaranya, menyertainya sebagai wazir (pembantu).
Tafseer
36
فَقُلۡنَا ٱذۡهَبَآ إِلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا فَدَمَّرۡنَٰهُمۡ تَدۡمِيرٗا
Faqulnaz habaaa ilal qawmil lazeena kazzaboo bi Aayaatinaa fadammarnaahum tadmeeraa
Kemudian Kami berfirman (kepada keduanya), "Pergilah kamu berdua kepada kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami." Lalu Kami hancurkan mereka dengan sehancur-hancurnya.
Tafseer
37
وَقَوۡمَ نُوحٖ لَّمَّا كَذَّبُواْ ٱلرُّسُلَ أَغۡرَقۡنَٰهُمۡ وَجَعَلۡنَٰهُمۡ لِلنَّاسِ ءَايَةٗۖ وَأَعۡتَدۡنَا لِلظَّـٰلِمِينَ عَذَابًا أَلِيمٗا
Wa qawma Noohil lammaa kazzabur Rusula aghraqnaahum wa ja'alnaahum linnaasi Aayatanw wa a'tadnaa lizzaalimeena 'azaaban aleemaa
Dan (telah Kami binasakan) kaum Nuh ketika mereka mendustakan para rasul. Kami tenggelamkam mereka dan Kami jadikan (cerita) mereka itu pelajaran bagi manusia. Dan Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim azab yang pedih;
Tafseer
38
وَعَادٗا وَثَمُودَاْ وَأَصۡحَٰبَ ٱلرَّسِّ وَقُرُونَۢا بَيۡنَ ذَٰلِكَ كَثِيرٗا
Wa 'Aadanw Samooda wa As haabar Rassi wa quroonam baina zaalika kaseeraa
dan (telah Kami binasakan) kaum 'Ād dan Samud dan penduduk Rass serta banyak (lagi) generasi di antara (kaum-kaum) itu.
Tafseer
39
وَكُلّٗا ضَرَبۡنَا لَهُ ٱلۡأَمۡثَٰلَۖ وَكُلّٗا تَبَّرۡنَا تَتۡبِيرٗا
Wa kullandarabnaa lahul amsaala wa kullan tabbarnaa tatbeera
Dan masing-masing telah Kami jadikan perumpamaan dan masing-masing telah Kami hancurkan sehancur-hancurnya.
Tafseer
40
وَلَقَدۡ أَتَوۡاْ عَلَى ٱلۡقَرۡيَةِ ٱلَّتِيٓ أُمۡطِرَتۡ مَطَرَ ٱلسَّوۡءِۚ أَفَلَمۡ يَكُونُواْ يَرَوۡنَهَاۚ بَلۡ كَانُواْ لَا يَرۡجُونَ نُشُورٗا
Wa laqad ataw 'alal qaryatil lateee umtirat mataras saw'; afalam yakoonoo yarawnahaa; bal kaanoo laa yarjoona nushooraa
Dan sungguh, mereka (kaum musyrik Mekkah) telah melalui negeri (Sodom) yang (dulu) dijatuhi hujan yang buruk (hujan batu). Tidakkah mereka menyaksikannya? Bahkan mereka itu sebenarnya tidak mengharapkan hari kebangkitan.
Tafseer
41
وَإِذَا رَأَوۡكَ إِن يَتَّخِذُونَكَ إِلَّا هُزُوًا أَهَٰذَا ٱلَّذِي بَعَثَ ٱللَّهُ رَسُولًا
Wa izaa ra awka iny yattakhizoonaka illaa huzuwan ahaazal lazee ba'asal laahu Rasoolaa
Dan apabila mereka melihat engkau (Muhammad), mereka hanyalah menjadikan engkau sebagai ejekan (dengan mengatakan), "Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai Rasul?
Tafseer
42
إِن كَادَ لَيُضِلُّنَا عَنۡ ءَالِهَتِنَا لَوۡلَآ أَن صَبَرۡنَا عَلَيۡهَاۚ وَسَوۡفَ يَعۡلَمُونَ حِينَ يَرَوۡنَ ٱلۡعَذَابَ مَنۡ أَضَلُّ سَبِيلًا
In kaada la yudillunaa 'an aalihatinaa law laaa an sabarnaa 'alaihaa; wa sawfa ya'lamoona heena yarawnal 'azaaba man adallu sabeela
Sungguh, hampir saja dia menyesatkan kita dari sesembahan kita, seandainya kita tidak tetap bertahan (menyembah)nya." Dan kelak mereka akan mengetahui pada saat mereka melihat azab, siapa yang paling sesat jalannya.
Tafseer
43
أَرَءَيۡتَ مَنِ ٱتَّخَذَ إِلَٰهَهُۥ هَوَىٰهُ أَفَأَنتَ تَكُونُ عَلَيۡهِ وَكِيلًا
Ara'aita manit takhaza ilaahahoo hawaahu afa anta takoonu 'alaihi wakeelaa
Sudahkah engkau (Muhammad) melihat orang yang menjadikan keinginannya sebagai tuhannya. Apakah engkau akan menjadi pelindungnya?
Tafseer
44
أَمۡ تَحۡسَبُ أَنَّ أَكۡثَرَهُمۡ يَسۡمَعُونَ أَوۡ يَعۡقِلُونَۚ إِنۡ هُمۡ إِلَّا كَٱلۡأَنۡعَٰمِ بَلۡ هُمۡ أَضَلُّ سَبِيلًا
Am tahsabu annna aksarahum yasma'oona aw ya''qiloon; in hum illaa kal an'aami bal hum adallu sabeelan
atau apakah engkau mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami? Mereka itu hanyalah seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat jalannya.
Tafseer
45
أَلَمۡ تَرَ إِلَىٰ رَبِّكَ كَيۡفَ مَدَّ ٱلظِّلَّ وَلَوۡ شَآءَ لَجَعَلَهُۥ سَاكِنٗا ثُمَّ جَعَلۡنَا ٱلشَّمۡسَ عَلَيۡهِ دَلِيلٗا
Alam tara ilaa Rabbika kaifa maddaz zilla wa law shaaa'a laja'alahoo saakinan summa ja'alnash shamsa 'alaihe daleelaa
Tidakkah engkau memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang; dan sekiranya Dia menghendaki, niscaya Dia menjadikannya (bayang-bayang itu) tetap, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk,
Tafseer
46
ثُمَّ قَبَضۡنَٰهُ إِلَيۡنَا قَبۡضٗا يَسِيرٗا
Summa qabadnaahu ilainaa qabdany yaseeraa
kemudian Kami menariknya (bayang-bayang itu) kepada Kami sedikit demi sedikit.
Tafseer
47
وَهُوَ ٱلَّذِي جَعَلَ لَكُمُ ٱلَّيۡلَ لِبَاسٗا وَٱلنَّوۡمَ سُبَاتٗا وَجَعَلَ ٱلنَّهَارَ نُشُورٗا
Wa Huwal lazee ja'ala lakumul laila libaasanw wannawma subaatanw wa ja'alan nahaara nushooraa
Dan Dialah yang menjadikan malam untukmu (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangkit berusaha.
Tafseer
48
وَهُوَ ٱلَّذِيٓ أَرۡسَلَ ٱلرِّيَٰحَ بُشۡرَۢا بَيۡنَ يَدَيۡ رَحۡمَتِهِۦۚ وَأَنزَلۡنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ طَهُورٗا
Wa Huwal lazeee arsalar riyaaha bushram baina yadai rahmatih; wa anzalnaa minas samaaa'i maaa'an tahooraa
Dan Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang sangat bersih,
Tafseer
49
لِّنُحۡـِۧيَ بِهِۦ بَلۡدَةٗ مَّيۡتٗا وَنُسۡقِيَهُۥ مِمَّا خَلَقۡنَآ أَنۡعَٰمٗا وَأَنَاسِيَّ كَثِيرٗا
Linuhyiya bihee balda tam maitanw wa nusqiyahoo mimmaa khalaqnaaa an'aa manw wa anaasiyya kaseeraa
agar (dengan air itu) Kami menghidupkan negeri yang mati (tandus), dan Kami memberi minum kepada sebagian apa yang telah Kami ciptakan, (berupa) hewan-hewan ternak dan manusia yang banyak.
Tafseer
50
وَلَقَدۡ صَرَّفۡنَٰهُ بَيۡنَهُمۡ لِيَذَّكَّرُواْ فَأَبَىٰٓ أَكۡثَرُ ٱلنَّاسِ إِلَّا كُفُورٗا
Wa laqad sarrafnaahu bainahum li yazzakkaroo fa abaaa aksarun naasi illaa kufooraa
Dan sungguh, Kami telah mempergilirkan (hujan) itu di antara mereka agar mereka mengambil pelajaran; tetapi kebanyakan manusia tidak mau (bersyukur), bahkan mereka mengingkari (nikmat).
Tafseer
51
وَلَوۡ شِئۡنَا لَبَعَثۡنَا فِي كُلِّ قَرۡيَةٖ نَّذِيرٗا
Wa law shi'naa laba'asnaa fee kulli qar yatin nazeeraa
Dan sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami utus seorang pemberi peringatan pada setiap negeri.
Tafseer
52
فَلَا تُطِعِ ٱلۡكَٰفِرِينَ وَجَٰهِدۡهُم بِهِۦ جِهَادٗا كَبِيرٗا
Falaa tuti'il kaafireena wa jaahidhum bihee jihaadan kabeeraa
Maka janganlah engkau taati orang-orang kafir, dan berjuanglah terhadap mereka dengannya (Al-Qur`an) dengan (semangat) perjuangan yang besar.
Tafseer
53
۞وَهُوَ ٱلَّذِي مَرَجَ ٱلۡبَحۡرَيۡنِ هَٰذَا عَذۡبٞ فُرَاتٞ وَهَٰذَا مِلۡحٌ أُجَاجٞ وَجَعَلَ بَيۡنَهُمَا بَرۡزَخٗا وَحِجۡرٗا مَّحۡجُورٗا
Wa Huwal lazee marajal bahraini haazaa 'azbun furaatunw wa haazaa milhun ujaaj; wa ja'ala bainahumaa barzakhanw wa hijram mahjooraa
Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar dan segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus.
Tafseer
54
وَهُوَ ٱلَّذِي خَلَقَ مِنَ ٱلۡمَآءِ بَشَرٗا فَجَعَلَهُۥ نَسَبٗا وَصِهۡرٗاۗ وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيرٗا
Wa Huwal lazee khalaqa minal maaa'i basharran fa ja'alahoo nasaban wa sihraa; wa kaana Rabbuka Qadeeraa
Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu (mempunyai) keturunan dan muṣāharah dan Tuhanmu adalah Mahakuasa.
Tafseer
55
وَيَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَنفَعُهُمۡ وَلَا يَضُرُّهُمۡۗ وَكَانَ ٱلۡكَافِرُ عَلَىٰ رَبِّهِۦ ظَهِيرٗا
Wa ya'budoona min doonil laahi maa laa yanfa'uhum wa laa yadurruhum; wa kaanal kaafiru 'alaa Rabbihee zaheeraa
Dan mereka menyembah selain Allah apa yang tidak memberi manfaat kepada mereka dan tidak (pula) mendatangkan bencana kepada mereka. Orang-orang kafir adalah penolong (setan untuk berbuat durhaka) terhadap Tuhannya.
Tafseer
56
وَمَآ أَرۡسَلۡنَٰكَ إِلَّا مُبَشِّرٗا وَنَذِيرٗا
Wa maa arsalnaaka illaa mubashshiranw wa nazeeraa
Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan hanya sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan.
Tafseer
57
قُلۡ مَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍ إِلَّا مَن شَآءَ أَن يَتَّخِذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ سَبِيلٗا
Qul maaa as'alukum 'alaihi min ajrin illaa man shaaa'a ai yattakhiza ilaa Rabbihee sabeelaa
Katakanlah, "Aku tidak meminta imbalan apa pun dari kamu dalam menyampaikan (risalah) itu, melainkan (mengharapkan agar) orang-orang mau mengambil jalan kepada Tuhannya."
Tafseer
58
وَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱلۡحَيِّ ٱلَّذِي لَا يَمُوتُ وَسَبِّحۡ بِحَمۡدِهِۦۚ وَكَفَىٰ بِهِۦ بِذُنُوبِ عِبَادِهِۦ خَبِيرًا
Wa tawakkal 'alal Haiyil lazee laa yamootu wa sabbih bihamdih; wa kafaa bihee bizunoobi 'ibaadihee khabeeraa
Dan bertawakallah kepada Allah Yang Hidup, Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya,
Tafseer
59
ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ وَمَا بَيۡنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٖ ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِۖ ٱلرَّحۡمَٰنُ فَسۡـَٔلۡ بِهِۦ خَبِيرٗا
Allazee khalaqas samaawaati wal arda wa maa bainahumaa fee sittati aiyaamin summmmastawaa 'alal 'Arsh; ar Rahmaanu fas'al bihee khabeeraa
yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy, (Dialah) Yang Maha Pengasih, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada orang yang lebih mengetahui (Muhammad).
Tafseer
60
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ٱسۡجُدُواْۤ لِلرَّحۡمَٰنِ قَالُواْ وَمَا ٱلرَّحۡمَٰنُ أَنَسۡجُدُ لِمَا تَأۡمُرُنَا وَزَادَهُمۡ نُفُورٗا۩
Wa izaa qeela lahumus judoo lir Rahmaani qaaloo wa mar Rahmaanu anasjudu limaa taamurunaa wa zaadahum nufooraa
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Sujudlah kepada Yang Maha Pengasih", mereka menjawab, "Siapakah Yang Maha Pengasih itu? Apakah kami harus sujud kepada Allah yang engkau (Muhammad) perintahkan kepada kami (bersujud kepada-Nya)?" Dan mereka makin jauh lari (dari kebenaran).
Tafseer
61
تَبَارَكَ ٱلَّذِي جَعَلَ فِي ٱلسَّمَآءِ بُرُوجٗا وَجَعَلَ فِيهَا سِرَٰجٗا وَقَمَرٗا مُّنِيرٗا
Tabaarakal lazee ja'ala fis samaaa'i buroojanw wa ja'ala feehaa siraajanw wa qamaram muneeraa
Mahasuci Allah yang menjadikan di langit gugusan bintang-bintang dan Dia juga menjadikan padanya matahari dan bulan yang bersinar.
Tafseer
62
وَهُوَ ٱلَّذِي جَعَلَ ٱلَّيۡلَ وَٱلنَّهَارَ خِلۡفَةٗ لِّمَنۡ أَرَادَ أَن يَذَّكَّرَ أَوۡ أَرَادَ شُكُورٗا
Wa huwal lazee ja'alal laila wannahaara khilfatal liman araada ai yazzakkara aw araadaa shookooraa
Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau yang ingin bersyukur.
Tafseer
63
وَعِبَادُ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلَّذِينَ يَمۡشُونَ عَلَى ٱلۡأَرۡضِ هَوۡنٗا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ ٱلۡجَٰهِلُونَ قَالُواْ سَلَٰمٗا
Wa 'ibaadur Rahmaanil lazeena yamshoona 'alal ardi hawnanw wa izaa khaata bahumul jaahiloona qaaloo salaamaa
Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, "salām,"
Tafseer
64
وَٱلَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمۡ سُجَّدٗا وَقِيَٰمٗا
Wallazeena yabeetoona li Rabbihim sujjadanw wa qiyaamaa
dan orang-orang yang menghabiskan waktu malam untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri.
Tafseer
65
وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱصۡرِفۡ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَۖ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا
Wallazeena yaqooloona Rabbanas rif 'annnaa 'azaaba Jahannama inn 'azaabahaa kaana gharaamaa
Dan orang-orang yang berkata, "Ya Tuhan kami, jauhkanlah azab Jahanam dari kami, karena sesungguhnya azabnya itu membuat kebinasaan yang kekal,"
Tafseer
66
إِنَّهَا سَآءَتۡ مُسۡتَقَرّٗا وَمُقَامٗا
Innahaa saaa'at mustaqarranw wa muqaamaa
Sungguh, Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.
Tafseer
67
وَٱلَّذِينَ إِذَآ أَنفَقُواْ لَمۡ يُسۡرِفُواْ وَلَمۡ يَقۡتُرُواْ وَكَانَ بَيۡنَ ذَٰلِكَ قَوَامٗا
Wallazeena izaaa anfaqoo lam yusrifoo wa lam yaqturoo wa kaana baina zaalika qawaamaa
Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar,
Tafseer
68
وَٱلَّذِينَ لَا يَدۡعُونَ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ وَلَا يَقۡتُلُونَ ٱلنَّفۡسَ ٱلَّتِي حَرَّمَ ٱللَّهُ إِلَّا بِٱلۡحَقِّ وَلَا يَزۡنُونَۚ وَمَن يَفۡعَلۡ ذَٰلِكَ يَلۡقَ أَثَامٗا
Wallazeena laa yad'oona ma'al laahi ilaahan aakhara wa laa yaqtuloonan nafsal latee harramal laahu illaa bilhaqqi wa laa yaznoon; wa mai yaf'al zaalika yalqa asaamaa
dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina; dan barang siapa melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat hukuman yang berat,
Tafseer
69
يُضَٰعَفۡ لَهُ ٱلۡعَذَابُ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ وَيَخۡلُدۡ فِيهِۦ مُهَانًا
Yudaa'af lahul 'azaabu Yawmal Qiyaamati wa yakhlud feehee muhaanaa
(yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari Kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,
Tafseer
70
إِلَّا مَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ عَمَلٗا صَٰلِحٗا فَأُوْلَـٰٓئِكَ يُبَدِّلُ ٱللَّهُ سَيِّـَٔاتِهِمۡ حَسَنَٰتٖۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورٗا رَّحِيمٗا
Illaa man taaba wa 'aamana wa 'amila 'amalan saalihan fa ulaaa'ika yubad dilul laahu saiyi aatihim hasanaat; wa kaanal laahu Ghafoorar Raheemaa
kecuali orang-orang yang bertobat dan beriman dan mengerjakan kebajikan; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Tafseer
71
وَمَن تَابَ وَعَمِلَ صَٰلِحٗا فَإِنَّهُۥ يَتُوبُ إِلَى ٱللَّهِ مَتَابٗا
Wa man taaba wa 'amila saalihan fa innnahoo yatoobu ilal laahi mataabaa
Dan barang siapa bertobat dan mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya.
Tafseer
72
وَٱلَّذِينَ لَا يَشۡهَدُونَ ٱلزُّورَ وَإِذَا مَرُّواْ بِٱللَّغۡوِ مَرُّواْ كِرَامٗا
Wallazeena laa yash hadoonaz zoora wa izaa marroo billaghwi marroo kiraamaa
Dan orang-orang yang tidak memberikan kesaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berguna, mereka berlalu dengan menjaga kehormatan dirinya,
Tafseer
73
وَٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُواْ بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِمۡ لَمۡ يَخِرُّواْ عَلَيۡهَا صُمّٗا وَعُمۡيَانٗا
Wallazeena izaa zukkiroo bi Aayaati Rabbihim lam yakhirroo 'alaihaa summanw wa'umyaanaa
dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidak bersikap sebagai orang-orang yang tuli dan buta,
Tafseer
74
وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَٰجِنَا وَذُرِّيَّـٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡيُنٖ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِينَ إِمَامًا
Wallazeena yaqooloona Rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa zurriyaatinaa qurrata a'yuninw waj 'alnaa lilmuttaqeena Imaamaa
Dan orang-orang yang berkata, "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."
Tafseer
75
أُوْلَـٰٓئِكَ يُجۡزَوۡنَ ٱلۡغُرۡفَةَ بِمَا صَبَرُواْ وَيُلَقَّوۡنَ فِيهَا تَحِيَّةٗ وَسَلَٰمًا
Ulaaa'ika yujzawnal ghurfata bimaa sabaroo wa yulaqqawna feehaa tahiyyatanw wa salaamaa
Mereka itu akan diberi balasan dengan tempat yang tinggi (dalam surga) atas kesabaran mereka, dan di sana mereka akan disambut dengan penghormatan dan salam,
Tafseer
76
خَٰلِدِينَ فِيهَاۚ حَسُنَتۡ مُسۡتَقَرّٗا وَمُقَامٗا
Khaalideena feehaa; hasunat mustaqarranw wa muqaamaa
mereka kekal di dalamnya. Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman.
Tafseer
77
قُلۡ مَا يَعۡبَؤُاْ بِكُمۡ رَبِّي لَوۡلَا دُعَآؤُكُمۡۖ فَقَدۡ كَذَّبۡتُمۡ فَسَوۡفَ يَكُونُ لِزَامَۢا
Qul maa ya'ba'u bikum Rabbee law laa du'aaa'ukum faqad kazzabtum fasawfa yakoonu lizaamaa
Katakanlah (Muhammad, kepada orang-orang musyrik), "Tuhanku tidak akan mengindahkan kamu, kalau tidak karena ibadahmu. (Tetapi bagaimana kamu beribadah kepada-Nya), padahal sungguh, kamu telah mendustakan-Nya? Karena itu kelak (azab) pasti (menimpamu)."
Tafseer
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
1
طسٓمٓ
Taa-Seeen-Meeem
Ṭā Sīn Mīm.
Tafseer
2
تِلۡكَ ءَايَٰتُ ٱلۡكِتَٰبِ ٱلۡمُبِينِ
Tilka Aayaatul Kitaabil Mubeen
Inilah ayat-ayat Kitab (Al-Qur`an) yang jelas.
Tafseer
3
لَعَلَّكَ بَٰخِعٞ نَّفۡسَكَ أَلَّا يَكُونُواْ مُؤۡمِنِينَ
La'allaka baakhi'un nafsaka allaa yakoonoo mu'mineen
Boleh jadi engkau (Muhammad) akan membinasakan dirimu (dengan kesedihan), karena mereka (penduduk Mekkah) tidak beriman.
Tafseer
4
إِن نَّشَأۡ نُنَزِّلۡ عَلَيۡهِم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ءَايَةٗ فَظَلَّتۡ أَعۡنَٰقُهُمۡ لَهَا خَٰضِعِينَ
In nashaa nunazzil 'alaihim minas samaaa'i Aayatan fazallat a'naaquhum lahaa khaadi'een
Jika Kami menghendaki, niscaya Kami turunkan kepada mereka mukjizat dari langit, yang akan membuat tengkuk mereka tunduk dengan rendah hati kepadanya.
Tafseer
5
وَمَا يَأۡتِيهِم مِّن ذِكۡرٖ مِّنَ ٱلرَّحۡمَٰنِ مُحۡدَثٍ إِلَّا كَانُواْ عَنۡهُ مُعۡرِضِينَ
Wa maa yaateehim min zikrim minar Rahmaani muhdasin illaa kaanoo 'anhu mu'rideen
Dan setiap kali disampaikan kepada mereka suatu peringatan baru (ayat Al-Qur`an yang diturunkan) dari Tuhan Yang Maha Pengasih, mereka selalu berpaling darinya.
Tafseer
6
فَقَدۡ كَذَّبُواْ فَسَيَأۡتِيهِمۡ أَنۢبَـٰٓؤُاْ مَا كَانُواْ بِهِۦ يَسۡتَهۡزِءُونَ
Faqad kazzaboo fasa yaateehim ambaaa'u maa kaanoo bihee yastahzi'oon
Sungguh, mereka telah mendustakan (Al-Qur`an), maka kelak akan datang kepada mereka (kebenaran) berita-berita mengenai apa (azab) yang dulu mereka perolok-olokkan.
Tafseer
7
أَوَلَمۡ يَرَوۡاْ إِلَى ٱلۡأَرۡضِ كَمۡ أَنۢبَتۡنَا فِيهَا مِن كُلِّ زَوۡجٖ كَرِيمٍ
Awa lam yaraw ilal ardi kam ambatnaa feehaa min kulli zawjin kareem
Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, betapa banyak Kami tumbuhkan di bumi itu berbagai macam (tumbuh-tumbuhan) yang baik?
Tafseer
8
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ
Inn fee zaalika la Aayah; wa maa kaana aksaruhum mu'mineen
Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
Tafseer
9
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ
Wa inna Rabbaka la Huwal 'Azeezur Raheem
Dan sungguh, Tuhanmu Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
Tafseer
10
وَإِذۡ نَادَىٰ رَبُّكَ مُوسَىٰٓ أَنِ ٱئۡتِ ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّـٰلِمِينَ
Wa iz naadaa Rabbuka Moosaaa ani'-til qawmaz zaalimeen
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu menyeru Musa (dengan firman-Nya), "Datangilah kaum yang zalim itu,
Tafseer
11
قَوۡمَ فِرۡعَوۡنَۚ أَلَا يَتَّقُونَ
Qawma Fir'awn; alaa yattaqoon
(yaitu) kaum Fir'aun. Mengapa mereka tidak bertakwa?"
Tafseer
12
قَالَ رَبِّ إِنِّيٓ أَخَافُ أَن يُكَذِّبُونِ
Qaala Rabbi inneee akhaafu ai yukazziboon
Dia (Musa) berkata, "Ya Tuhanku, sungguh, aku takut mereka akan mendustakan aku,
Tafseer
13
وَيَضِيقُ صَدۡرِي وَلَا يَنطَلِقُ لِسَانِي فَأَرۡسِلۡ إِلَىٰ هَٰرُونَ
Wa yadeequ sadree wa laa yantaliqu lisaanee fa arsil ilaa Haaroon
sehingga dadaku terasa sempit dan lidahku tidak lancar maka utuslah Harun (bersamaku).
Tafseer
14
وَلَهُمۡ عَلَيَّ ذَنۢبٞ فَأَخَافُ أَن يَقۡتُلُونِ
Wa lahum 'alaiya zambun fa akhaafu ai yaqtuloon
Sebab aku berdosa terhadap mereka, maka aku takut mereka akan membunuhku."
Tafseer
15
قَالَ كَلَّاۖ فَٱذۡهَبَا بِـَٔايَٰتِنَآۖ إِنَّا مَعَكُم مُّسۡتَمِعُونَ
Qaala kallaa fazhabaa bi Aayaatinaaa innaa ma'akum mustami'oon
(Allah) berfirman, "Jangan takut (mereka tidak akan dapat membunuhmu)! Maka pergilah kamu berdua dengan membawa ayat-ayat Kami (mukjizat-mukjizat); sungguh, Kami bersamamu mendengarkan (apa yang mereka katakan).
Tafseer
16
فَأۡتِيَا فِرۡعَوۡنَ فَقُولَآ إِنَّا رَسُولُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Faatiyaa Fir'awna faqoolaaa innaa Rasoolu Rabbil 'aalameen
Maka datanglah kamu berdua kepada Fir'aun dan katakan, "Sesungguhnya kami adalah rasul-rasul Tuhan seluruh alam,
Tafseer
17
أَنۡ أَرۡسِلۡ مَعَنَا بَنِيٓ إِسۡرَـٰٓءِيلَ
An arsil ma'anaa Baneee Israaa'eel
lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersama kami."
Tafseer
18
قَالَ أَلَمۡ نُرَبِّكَ فِينَا وَلِيدٗا وَلَبِثۡتَ فِينَا مِنۡ عُمُرِكَ سِنِينَ
Qaala alam nurabbika feenaa waleedanw wa labista feenaa min 'umurika sineen
Dia (Fir'aun) menjawab, "Bukankah kami telah mengasuhmu dalam lingkungan (keluarga) kami, waktu engkau masih kanak-kanak dan engkau tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu.
Tafseer
19
وَفَعَلۡتَ فَعۡلَتَكَ ٱلَّتِي فَعَلۡتَ وَأَنتَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ
Wa fa'alta fa'latakal latee fa'alta wa anta minal kaafireen
Dan engkau (Musa) telah melakukan (kesalahan dari) perbuatan yang telah engkau lakukan dan engkau termasuk orang yang tidak tahu berterima kasih."
Tafseer
20
قَالَ فَعَلۡتُهَآ إِذٗا وَأَنَا۠ مِنَ ٱلضَّآلِّينَ
Qaala fa'altuhaaa izanw wa ana minad daaaleen
Dia (Musa) berkata, "Aku telah melakukannya, dan ketika itu aku termasuk orang yang khilaf.
Tafseer
21
فَفَرَرۡتُ مِنكُمۡ لَمَّا خِفۡتُكُمۡ فَوَهَبَ لِي رَبِّي حُكۡمٗا وَجَعَلَنِي مِنَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ
Fafarartu minkum lam maa khiftukum fawahaba lee Rabbee hukmanw wa ja'alanee minal mursaleen
Lalu aku lari darimu karena aku takut kepadamu, kemudian Tuhanku menganugerahkan ilmu kepadaku serta Dia menjadikan aku salah seorang di antara rasul-rasul.
Tafseer
22
وَتِلۡكَ نِعۡمَةٞ تَمُنُّهَا عَلَيَّ أَنۡ عَبَّدتَّ بَنِيٓ إِسۡرَـٰٓءِيلَ
Wa tilka ni'matun tamun nuhaa 'alaiya an 'abbatta Baneee Israaa'eel
Dan itulah kebaikan yang telah engkau berikan kepadaku, (sementara) itu engkau telah memperbudak Bani Israil."
Tafseer
23
قَالَ فِرۡعَوۡنُ وَمَا رَبُّ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Qaala Fir'awnu wa maa Rabbul 'aalameen
Fir'aun bertanya, "Siapa Tuhan seluruh alam itu?"
Tafseer
24
قَالَ رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَآۖ إِن كُنتُم مُّوقِنِينَ
Qaala Rabbus samaawaati wal ardi wa maa bainahumaa in kuntum mooqineen
Dia (Musa) menjawab, "Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya (itulah Tuhanmu), jika kamu mempercayai-Nya."
Tafseer
25
قَالَ لِمَنۡ حَوۡلَهُۥٓ أَلَا تَسۡتَمِعُونَ
Qaala liman hawlahooo alaa tastami'oon
Dia (Fir'aun) berkata kepada orang-orang di sekelilingnya, "Apakah kamu tidak mendengar (apa yang dikatakannya)?"
Tafseer
26
قَالَ رَبُّكُمۡ وَرَبُّ ءَابَآئِكُمُ ٱلۡأَوَّلِينَ
Qaala Rabbukum wa Rabbu aabaaa'ikumul awwaleen
Dia (Musa) berkata, "(Dia) Tuhanmu dan dan juga Tuhan nenek moyangmu terdahulu."
Tafseer
27
قَالَ إِنَّ رَسُولَكُمُ ٱلَّذِيٓ أُرۡسِلَ إِلَيۡكُمۡ لَمَجۡنُونٞ
Qaala inna Rasoolakumul lazee ursila ilaikum lamajnoon
Dia (Fir'aun) berkata, "Sungguh, Rasulmu yang diutus kepada kamu benar-benar orang gila."
Tafseer
28
قَالَ رَبُّ ٱلۡمَشۡرِقِ وَٱلۡمَغۡرِبِ وَمَا بَيۡنَهُمَآۖ إِن كُنتُمۡ تَعۡقِلُونَ
Qaala Rabbul mashriqi wal maghribi wa maa baina humaa in kuntum ta'qiloon
Dia (Musa) berkata, "(Dialah) Tuhan (yang menguasai) timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya; jika kamu mengerti."
Tafseer
29
قَالَ لَئِنِ ٱتَّخَذۡتَ إِلَٰهًا غَيۡرِي لَأَجۡعَلَنَّكَ مِنَ ٱلۡمَسۡجُونِينَ
Qaala la'init takhazta ilaahan ghairee la aj'alannaka minal masjooneen
Dia (Fir'aun) berkata, "Sungguh, jika engkau menyembah Tuhan selain aku, pasti aku masukkan engkau ke dalam penjara."
Tafseer
30
قَالَ أَوَلَوۡ جِئۡتُكَ بِشَيۡءٖ مُّبِينٖ
Qaala awalw ji'tuka bishai'im mubeen
Dia (Musa) berkata, "Apakah (engkau akan melakukan itu) sekalipun aku tunjukkan kepadamu suatu (bukti) yang nyata?"
Tafseer
31
قَالَ فَأۡتِ بِهِۦٓ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ
Qaala faati biheee in kunta minas saadiqeen
Dia (Fir'aun) berkata, "Tunjukkan sesuatu (bukti yang nyata) itu, jika engkau termasuk orang yang benar!"
Tafseer
32
فَأَلۡقَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ ثُعۡبَانٞ مُّبِينٞ
Fa alqaa 'asaahu fa izaaa hiya su'baanum mubeen
Maka dia (Musa) melemparkan tongkatnya, tiba-tiba tongkat itu menjadi ular besar yang nyata.
Tafseer
33
وَنَزَعَ يَدَهُۥ فَإِذَا هِيَ بَيۡضَآءُ لِلنَّـٰظِرِينَ
Wa naza'a yadahoo faizaa hiya baidaaa'u linnaa zireen
Dan dia mengeluarkan tangannya (dari dalam bajunya), tiba-tiba tangan itu menjadi putih (bercahaya) bagi orang-orang yang melihatnya.
Tafseer
34
قَالَ لِلۡمَلَإِ حَوۡلَهُۥٓ إِنَّ هَٰذَا لَسَٰحِرٌ عَلِيمٞ
Qaala lilmala-i hawlahooo inna haazaa lasaahirun 'aleem
Dia (Fir'aun) berkata kepada para pemuka di sekelilingnya, "Sesungguhnya dia (Musa) ini pasti seorang penyihir yang pandai.
Tafseer
35
يُرِيدُ أَن يُخۡرِجَكُم مِّنۡ أَرۡضِكُم بِسِحۡرِهِۦ فَمَاذَا تَأۡمُرُونَ
Yureedu ai yukhrijakum min ardikum bisihrihee famaazaa taamuroon
Dia hendak mengusir kamu dari negerimu dengan sihirnya; karena itu apakah yang kamu sarankan?"
Tafseer
36
قَالُوٓاْ أَرۡجِهۡ وَأَخَاهُ وَٱبۡعَثۡ فِي ٱلۡمَدَآئِنِ حَٰشِرِينَ
Qaalooo arjih wa akhaahu wab'as filmadaaa'ini haashireen
Mereka menjawab, "Tahanlah (untuk sementara) dia dan saudaranya, dan utuslah ke seluruh negeri orang-orang yang akan mengumpulkan (penyihir),
Tafseer
37
يَأۡتُوكَ بِكُلِّ سَحَّارٍ عَلِيمٖ
Yaatooka bikulli sah haarin 'aleem
niscaya mereka akan mendatangkan semua penyihir yang pandai kepadamu.
Tafseer
38
فَجُمِعَ ٱلسَّحَرَةُ لِمِيقَٰتِ يَوۡمٖ مَّعۡلُومٖ
Fa jumi'as saharatu limeeqaati Yawmim ma'loom
Lalu dikumpulkanlah para penyihir pada waktu (yang ditetapkan) di hari yang telah ditentukan,
Tafseer
39
وَقِيلَ لِلنَّاسِ هَلۡ أَنتُم مُّجۡتَمِعُونَ
Wa qeela linnaasi hal antum mujtami'oon
dan diumumkan kepada orang banyak, "Berkumpullah kamu semua,
Tafseer
40
لَعَلَّنَا نَتَّبِعُ ٱلسَّحَرَةَ إِن كَانُواْ هُمُ ٱلۡغَٰلِبِينَ
La'allanaa nattabi'us saharata in kaanoo humul ghaalibeen
agar kita mengikuti para penyihir itu, jika mereka yang menang."
Tafseer
41
فَلَمَّا جَآءَ ٱلسَّحَرَةُ قَالُواْ لِفِرۡعَوۡنَ أَئِنَّ لَنَا لَأَجۡرًا إِن كُنَّا نَحۡنُ ٱلۡغَٰلِبِينَ
Falammaa jaaa'as saharatu qaaloo li Fir'awna a'inna lanaa la ajjran in kunnaa nahnul ghaalibeen
Maka ketika para penyihir datang, mereka berkata kepada Fir'aun, "Apakah kami benar-benar akan mendapat imbalan yang besar jika kami yang menang?"
Tafseer
42
قَالَ نَعَمۡ وَإِنَّكُمۡ إِذٗا لَّمِنَ ٱلۡمُقَرَّبِينَ
Qaala na'am wa innakum izal laminal muqarrabeen
Dia (Fir'aun) menjawab, "Ya, dan bahkan kamu pasti akan mendapat kedudukan yang dekat (dariku)."
Tafseer
43
قَالَ لَهُم مُّوسَىٰٓ أَلۡقُواْ مَآ أَنتُم مُّلۡقُونَ
Qaala lahum Moosaaa alqoo maaa antum mulqoon
Dia (Musa) berkata kepada mereka, "Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan."
Tafseer
44
فَأَلۡقَوۡاْ حِبَالَهُمۡ وَعِصِيَّهُمۡ وَقَالُواْ بِعِزَّةِ فِرۡعَوۡنَ إِنَّا لَنَحۡنُ ٱلۡغَٰلِبُونَ
Fa alqaw hibaalahum wa 'isiyyahum wa qaaloo bi'izzati Fir'awna innaa lanahnul ghaaliboon
Lalu mereka melemparkan tali-temali dan tongkat-tongkat mereka seraya berkata, "Demi kemuliaan Fir'aun, pasti kamilah yang akan menang."
Tafseer
45
فَأَلۡقَىٰ مُوسَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ تَلۡقَفُ مَا يَأۡفِكُونَ
Fa alqaa Moosaa 'asaahu fa izaa hiya talqafu maa yaafikoon
Kemudian Musa melemparkan tongkatnya, maka tiba-tiba ia menelan benda-benda palsu yang mereka ada-adakan itu.
Tafseer
46
فَأُلۡقِيَ ٱلسَّحَرَةُ سَٰجِدِينَ
Fa ulqiyas saharatu saajideen
Maka menyungkurlah para penyihir itu, bersujud.
Tafseer
47
قَالُوٓاْ ءَامَنَّا بِرَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Qaalooo aamannaa bi Rabbil 'aalameen
Mereka berkata, "Kami beriman kepada Tuhan seluruh alam,
Tafseer
48
رَبِّ مُوسَىٰ وَهَٰرُونَ
Rabbi Moosaa wa Haaroon
(yaitu) Tuhannya Musa dan Harun."
Tafseer
49
قَالَ ءَامَنتُمۡ لَهُۥ قَبۡلَ أَنۡ ءَاذَنَ لَكُمۡۖ إِنَّهُۥ لَكَبِيرُكُمُ ٱلَّذِي عَلَّمَكُمُ ٱلسِّحۡرَ فَلَسَوۡفَ تَعۡلَمُونَۚ لَأُقَطِّعَنَّ أَيۡدِيَكُمۡ وَأَرۡجُلَكُم مِّنۡ خِلَٰفٖ وَلَأُصَلِّبَنَّكُمۡ أَجۡمَعِينَ
Qaala aamantum lahoo qabla an aazana lakum innahoo lakabeerukumul lazee 'alla makumus sihra falasawfa ta'lamoon; la uqatti'anna aidiyakum wa arjulakum min khilaafinw wa la usallibanna kum ajma'een
Dia (Fir'aun) berkata, "Mengapa kamu beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu. Nanti kamu pasti akan tahu (akibat perbuatanmu). Pasti akan kupotong tangan dan kakimu bersilang, dan sungguh akan aku menyalib kamu semuanya."
Tafseer
50
قَالُواْ لَا ضَيۡرَۖ إِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا مُنقَلِبُونَ
Qaaloo la daira innaaa ilaa Rabbinaa munqalliboon
Mereka berkata, "Tidak ada yang kami takutkan, karena kami akan kembali kepada Tuhan kami.
Tafseer
51
إِنَّا نَطۡمَعُ أَن يَغۡفِرَ لَنَا رَبُّنَا خَطَٰيَٰنَآ أَن كُنَّآ أَوَّلَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ
Innaa natma'u ai yaghfira lanaa Rabbunna khataa yaanaaa an kunnaaa awwalal mu'mineen
Sesungguhnya kami sangat menginginkan sekiranya Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami, karena menjadi orang yang pertama-tama beriman."
Tafseer
52
۞وَأَوۡحَيۡنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنۡ أَسۡرِ بِعِبَادِيٓ إِنَّكُم مُّتَّبَعُونَ
Wa awhainaaa ilaa Moosaaa an asri bi'ibaadeee innakum muttaba'oon
Dan Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa, "Pergilah pada malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku (Bani Israil), sebab pasti kamu akan dikejar."
Tafseer
53
فَأَرۡسَلَ فِرۡعَوۡنُ فِي ٱلۡمَدَآئِنِ حَٰشِرِينَ
Fa arsala Fir'awnu filmadaaa'ini haashireen
Kemudian Fir'aun mengirimkan orang ke kota-kota untuk mengumpulkan (bala tentaranya).
Tafseer
54
إِنَّ هَـٰٓؤُلَآءِ لَشِرۡذِمَةٞ قَلِيلُونَ
Inna haaa'ulaaa'i lashir zimatun qaleeloon
(Fir'aun berkata), "Sesungguhnya mereka (Bani Israil) hanya sekelompok kecil,
Tafseer
55
وَإِنَّهُمۡ لَنَا لَغَآئِظُونَ
Wa innahum lanaa laghaaa'izoon
dan sesungguhnya mereka telah berbuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita,
Tafseer
56
وَإِنَّا لَجَمِيعٌ حَٰذِرُونَ
Wa innaa lajamee'un haaziroon
dan sesungguhnya kita semua tanpa kecuali harus selalu waspada."
Tafseer
57
فَأَخۡرَجۡنَٰهُم مِّن جَنَّـٰتٖ وَعُيُونٖ
Fa akhrajnaahum min Jannaatinw wa 'uyoon
Kemudian, Kami keluarkan mereka (Fir'aun dan kaumnya) dari taman-taman dan mata air,
Tafseer
58
وَكُنُوزٖ وَمَقَامٖ كَرِيمٖ
Wa kunoozinw wa ma qaamin kareem
dan (dari) harta kekayaan dan kedudukan yang mulia,
Tafseer
59
كَذَٰلِكَۖ وَأَوۡرَثۡنَٰهَا بَنِيٓ إِسۡرَـٰٓءِيلَ
Kazaalika wa awrasnaahaa Baneee Israaa'eel
Demikianlah, dan Kami anugerahkan semuanya (itu) kepada Bani Israil.
Tafseer
60
فَأَتۡبَعُوهُم مُّشۡرِقِينَ
Fa atba'oohum mushriqeen
Lalu (Fir'aun dan bala tentaranya) dapat menyusul mereka pada waktu matahari terbit.
Tafseer
61
فَلَمَّا تَرَـٰٓءَا ٱلۡجَمۡعَانِ قَالَ أَصۡحَٰبُ مُوسَىٰٓ إِنَّا لَمُدۡرَكُونَ
Falammaa taraaa'al jam'aani qaala as haabu Moosaaa innaa lamudrakoon
Maka ketika kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa, "Kita benar-benar akan tersusul."
Tafseer
62
قَالَ كَلَّآۖ إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهۡدِينِ
Qaala kallaaa inna ma'iya Rabbee sa yahdeen
Dia (Musa) menjawab, "Sekali-kali tidak akan (tersusul); sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku."
Tafseer
63
فَأَوۡحَيۡنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنِ ٱضۡرِب بِّعَصَاكَ ٱلۡبَحۡرَۖ فَٱنفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرۡقٖ كَٱلطَّوۡدِ ٱلۡعَظِيمِ
Fa awhainaaa ilaa Moosaaa anidrib bi'asaakal bahra fanfalaqa fakaana kullu firqin kattawdil 'azeem
Lalu Kami wahyukan kepada Musa, "Pukullah laut itu dengan tongkatmu." Maka terbelahlah lautan itu, dan setiap belahan seperti gunung yang besar.
Tafseer
64
وَأَزۡلَفۡنَا ثَمَّ ٱلۡأٓخَرِينَ
Wa azlafnaa sammal aakhareen
Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain.
Tafseer
65
وَأَنجَيۡنَا مُوسَىٰ وَمَن مَّعَهُۥٓ أَجۡمَعِينَ
Wa anjainaa Moosaa wa mam ma'ahooo ajma'een
Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang bersamanya.
Tafseer
66
ثُمَّ أَغۡرَقۡنَا ٱلۡأٓخَرِينَ
Summa aghraqnal aakhareen
Kemudian Kami tenggelamkan golongan yang lain.
Tafseer
67
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ
Inna fee zaalika la Aayaah; wa maa kaana aksaru hu mu'mineen
Sungguh, pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
Tafseer
68
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ
Wa inna Rabbaka la Huwal 'Azeezur Raheem
Dan sesungguhnya Tuhanmu Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
Tafseer
69
وَٱتۡلُ عَلَيۡهِمۡ نَبَأَ إِبۡرَٰهِيمَ
Watlu 'alaihim naba-a Ibraaheem
Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim.
Tafseer
70
إِذۡ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوۡمِهِۦ مَا تَعۡبُدُونَ
Iz qaala li abeehi wa qawmihee maa ta'budoon
Ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya dan kaumnya, "Apakah yang kamu sembah?"
Tafseer
71
قَالُواْ نَعۡبُدُ أَصۡنَامٗا فَنَظَلُّ لَهَا عَٰكِفِينَ
Qaaloo na'budu asnaaman fanazallu lahaa 'aakifeen
Mereka menjawab, "Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya."
Tafseer
72
قَالَ هَلۡ يَسۡمَعُونَكُمۡ إِذۡ تَدۡعُونَ
Qaala hal yasma'oona kum iz tad'oon
Dia (Ibrahim) berkata, "Apakah mereka mendengarmu ketika kamu berdoa (kepadanya)?
Tafseer
73
أَوۡ يَنفَعُونَكُمۡ أَوۡ يَضُرُّونَ
Aw yanfa'oonakum aw yadurroon
Atau (dapatkah) mereka memberi manfaat atau mencelakakan kamu?"
Tafseer
74
قَالُواْ بَلۡ وَجَدۡنَآ ءَابَآءَنَا كَذَٰلِكَ يَفۡعَلُونَ
Qaaloo bal wajadnaaa aabaaa 'anaa kazaalika yaf'aloon
Mereka menjawab, "Tidak, tetapi kami dapati nenek moyang kami berbuat begitu."
Tafseer
75
قَالَ أَفَرَءَيۡتُم مَّا كُنتُمۡ تَعۡبُدُونَ
Qaala afara 'aitum maa kuntum ta'budoon
Dia (Ibrahim) berkata, "Apakah kamu memperhatikan apa yang kamu sembah,
Tafseer
76
أَنتُمۡ وَءَابَآؤُكُمُ ٱلۡأَقۡدَمُونَ
Antum wa aabaaa'ukumul aqdamoon
kamu dan nenek moyang kamu yang terdahulu?
Tafseer
77
فَإِنَّهُمۡ عَدُوّٞ لِّيٓ إِلَّا رَبَّ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Fa innahum 'aduwwwul leee illaa Rabbal 'aalameen
Sesungguhnya mereka (apa yang kamu sembah) itu musuhku, lain halnya Tuhan seluruh alam,
Tafseer
78
ٱلَّذِي خَلَقَنِي فَهُوَ يَهۡدِينِ
Allazee khalaqanee fa Huwa yahdeen
(yaitu) Yang telah menciptakan aku, maka Dia yang memberi petunjuk kepadaku,
Tafseer
79
وَٱلَّذِي هُوَ يُطۡعِمُنِي وَيَسۡقِينِ
Wallazee Huwa yut'imunee wa yasqeen
dan Yang memberi makan dan minum kepadaku,
Tafseer
80
وَإِذَا مَرِضۡتُ فَهُوَ يَشۡفِينِ
Wa izaa mardtu fahuwa yashfeen
dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku,
Tafseer
81
وَٱلَّذِي يُمِيتُنِي ثُمَّ يُحۡيِينِ
Wallazee yumeetunee summa yuhyeen
dan Yang akan mematikanku, kemudian akan menghidupkanku (kembali),
Tafseer
82
وَٱلَّذِيٓ أَطۡمَعُ أَن يَغۡفِرَ لِي خَطِيٓـَٔتِي يَوۡمَ ٱلدِّينِ
Wallazeee atma'u ai yaghfira lee khateee' atee Yawmad Deen
dan Yang sangat ku inginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari Kiamat."
Tafseer
83
رَبِّ هَبۡ لِي حُكۡمٗا وَأَلۡحِقۡنِي بِٱلصَّـٰلِحِينَ
Rabbi hab lee hukmanw wa alhiqnee bis saaliheen
(Ibrahim berdoa), "Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku ilmu dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh,
Tafseer
84
وَٱجۡعَل لِّي لِسَانَ صِدۡقٖ فِي ٱلۡأٓخِرِينَ
Waj'al lee lisaana sidqin fil aakhireen
dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian,
Tafseer
85
وَٱجۡعَلۡنِي مِن وَرَثَةِ جَنَّةِ ٱلنَّعِيمِ
Waj'alnee minw warasati Jannnatin Na'eem
dan jadikanlah aku termasuk orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan,
Tafseer
86
وَٱغۡفِرۡ لِأَبِيٓ إِنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلضَّآلِّينَ
Waghfir li abeee innahoo kaana mind daalleen
dan ampunilah ayahku, sesungguhnya dia termasuk orang yang sesat,
Tafseer
87
وَلَا تُخۡزِنِي يَوۡمَ يُبۡعَثُونَ
Wa laa tukhzinee Yawma yub'asoon
dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan,
Tafseer
88
يَوۡمَ لَا يَنفَعُ مَالٞ وَلَا بَنُونَ
Yawma laa yanfa'u maalunw wa laa banoon
(yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna,
Tafseer
89
إِلَّا مَنۡ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلۡبٖ سَلِيمٖ
Illaa man atal laaha biqalbin saleem
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,
Tafseer
90
وَأُزۡلِفَتِ ٱلۡجَنَّةُ لِلۡمُتَّقِينَ
Wa uzlifatil Jannatu lilmuttaqeen
dan surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa,
Tafseer
91
وَبُرِّزَتِ ٱلۡجَحِيمُ لِلۡغَاوِينَ
Wa burrizatil Jaheemu lilghaaween
dan neraka Jahim diperlihatkan dengan jelas kepada orang-orang yang sesat,"
Tafseer
92
وَقِيلَ لَهُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡ تَعۡبُدُونَ
Wa qeela lahum aina maa kuntum ta'budoon
dan dikatakan kepada mereka, "Di mana berhala-berhala yang dahulu kamu sembah,
Tafseer
93
مِن دُونِ ٱللَّهِ هَلۡ يَنصُرُونَكُمۡ أَوۡ يَنتَصِرُونَ
Min doonil laahi hal yansuroonakum aw yantasiroon
selain Allah? Dapatkah mereka menolong kamu atau menolong diri mereka sendiri?"
Tafseer
94
فَكُبۡكِبُواْ فِيهَا هُمۡ وَٱلۡغَاوُۥنَ
Fakubkiboo feehaa hum walghaawoon
Maka mereka (sesembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama orang-orang yang sesat,
Tafseer
95
وَجُنُودُ إِبۡلِيسَ أَجۡمَعُونَ
Wa junoodu Ibleesa ajma'oon
dan bala tentara Iblis semuanya.
Tafseer
96
قَالُواْ وَهُمۡ فِيهَا يَخۡتَصِمُونَ
Qaaloo wa hum feehaa yakkhtasimoon
Mereka berkata sambil bertengkar di dalamnya (neraka),
Tafseer
97
تَٱللَّهِ إِن كُنَّا لَفِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٍ
Tallaahi in kunnaa lafee dalaalim mubeen
"Demi Allah, sesungguhnya kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata,
Tafseer
98
إِذۡ نُسَوِّيكُم بِرَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Iz nusawweekum bi Rabbil 'aalameen
karena kita mempersamakan kamu (berhala-berhala) dengan Tuhan seluruh alam.
Tafseer
99
وَمَآ أَضَلَّنَآ إِلَّا ٱلۡمُجۡرِمُونَ
Wa maaa adallanaaa illal mujrimoon
Dan tidak ada yang menyesatkan kita kecuali orang-orang yang berdosa.
Tafseer
100
فَمَا لَنَا مِن شَٰفِعِينَ
Famaa lanaa min shaa fi'een
Maka (sekarang) kita tidak mempunyai seorang pun pemberi syafaat (penolong),
Tafseer
101
وَلَا صَدِيقٍ حَمِيمٖ
Wa laa sadeeqin hameem
dan tidak pula mempunyai teman yang akrab.
Tafseer
102
فَلَوۡ أَنَّ لَنَا كَرَّةٗ فَنَكُونَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ
Falaw anna lanaa karratan fanakoona minal mu'mineen
Maka seandainya kita dapat kembali (ke dunia) niscaya kita menjadi orang-orang yang beriman."
Tafseer
103
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ
Inna fee zaalika la Aayatanw wa maa kaana aksaruhum mu'mineen
Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
Tafseer
104
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ
Wa inna Rabbaka la Huwal 'Azeezur Raheem
Dan sungguh, Tuhanmu benar-benar Dialah Mahaperkasa, Maha Penyayang.
Tafseer
105
كَذَّبَتۡ قَوۡمُ نُوحٍ ٱلۡمُرۡسَلِينَ
Kazzabat qawmu Noohinil Mursaleen
Kaum Nuh telah mendustakan para rasul.
Tafseer
106
إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ نُوحٌ أَلَا تَتَّقُونَ
Iz qaala lahum akhoohum Noohun alaa tattaqoon
Ketika saudara mereka (Nuh) berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?
Tafseer
107
إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ
Innee lakum Rasoolun ameen
Sesungguhnya aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
Tafseer
108
فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ
Fattaqullaaha wa atee'oon
maka bertakwalah kamu kepada Allah dan taatlah kepadaku.
Tafseer
109
وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Wa maaa as'alukum 'alaihi min ajrin in ajriya illaa 'alaa Rabbil 'aalameen
Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan ini; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam,
Tafseer
110
فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ
Fattaqul laaha wa atee'oon
maka bertakwalah kamu kepada Allah dan taatlah kepadaku."
Tafseer
111
۞قَالُوٓاْ أَنُؤۡمِنُ لَكَ وَٱتَّبَعَكَ ٱلۡأَرۡذَلُونَ
Qaalooo anu'minu laka wattaba 'akal arzaloon
Mereka berkata, "Apakah kami harus beriman kepadamu, padahal pengikut-pengikutmu orang-orang yang hina?"
Tafseer
112
قَالَ وَمَا عِلۡمِي بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ
Qaala wa maa 'ilmee bimaa kaanoo ya'maloon
Dia (Nuh) menjawab, "Tidak ada pengetahuanku tentang apa yang mereka kerjakan.
Tafseer
113
إِنۡ حِسَابُهُمۡ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّيۖ لَوۡ تَشۡعُرُونَ
In hisaabuhum illaa 'alaa Rabbee law tash'uroon
Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku, jika kamu menyadari.
Tafseer
114
وَمَآ أَنَا۠ بِطَارِدِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ
Wa maaa ana bitaaridil mu'mineen
Dan aku tidak akan mengusir orang-orang yang beriman.
Tafseer
115
إِنۡ أَنَا۠ إِلَّا نَذِيرٞ مُّبِينٞ
In ana illaa nazeerum mubeen
Aku (ini) hanyalah pemberi peringatan yang jelas."
Tafseer
116
قَالُواْ لَئِن لَّمۡ تَنتَهِ يَٰنُوحُ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمَرۡجُومِينَ
Qaaloo la'il lam tantahi yaa Noohu latakoonanna minal marjoomeen
Mereka berkata, "Wahai Nuh! Sungguh, jika engkau tidak (mau) berhenti, niscaya engkau termasuk orang yang dirajam (dilempari batu sampai mati)."
Tafseer
117
قَالَ رَبِّ إِنَّ قَوۡمِي كَذَّبُونِ
Qaala Rabbi inna qawmee kazzaboon
Dia (Nuh) berkata, "Ya Tuhanku, sungguh kaumku telah mendustakan aku;
Tafseer
118
فَٱفۡتَحۡ بَيۡنِي وَبَيۡنَهُمۡ فَتۡحٗا وَنَجِّنِي وَمَن مَّعِيَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ
Faftab bainee wa bai nahum fat hanw wa najjinee wa mam ma'iya minal mu'mineen
maka berilah keputusan antara aku dengan mereka, dan selamatkanlah aku dan mereka yang beriman bersamaku."
Tafseer
119
فَأَنجَيۡنَٰهُ وَمَن مَّعَهُۥ فِي ٱلۡفُلۡكِ ٱلۡمَشۡحُونِ
Fa anjainaahu wa mamma'ahoo fil fulkil mashhoon
Kemudian Kami menyelamatkan Nuh dan orang-orang yang bersamanya di dalam kapal yang penuh muatan.
Tafseer
120
ثُمَّ أَغۡرَقۡنَا بَعۡدُ ٱلۡبَاقِينَ
Summa aghraqnaa ba'dul baaqeen
Kemudian setelah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal.
Tafseer
121
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ
Inna fee zaalika la Aayaah; wa maa kaana aksaruhum mu'mineen
Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
Tafseer
122
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ
Wa inna Rabbaka la huwal 'Azeezur Raheem
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa, Maha penyayang.
Tafseer
123
كَذَّبَتۡ عَادٌ ٱلۡمُرۡسَلِينَ
Kazzabat 'Aadunil mursaleen
(Kaum) 'Ād telah mendustakan para rasul.
Tafseer
124
إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ هُودٌ أَلَا تَتَّقُونَ
Iz qaala lahum akhoohum Hoodun alaa tattaqoon
Ketika saudara mereka Hud berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?
Tafseer
125
إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ
Innee lakum Rasoolun ameen
Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
Tafseer
126
فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ
Fattaqullaaha wa atee'oon
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
Tafseer
127
وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Wa maa as'alukum 'alaihi min ajrin in ajriya illaa 'alaa Rabbil 'aalameen
Dan aku tidak minta imbalan kepadamu atas ajakan itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.
Tafseer
128
أَتَبۡنُونَ بِكُلِّ رِيعٍ ءَايَةٗ تَعۡبَثُونَ
Atabnoona bikulli ree'in aayatan ta'basoon
Apakah kamu mendirikan istana-istana pada setiap tanah yang tinggi untuk kemegahan tanpa ditempati,
Tafseer
129
وَتَتَّخِذُونَ مَصَانِعَ لَعَلَّكُمۡ تَخۡلُدُونَ
Wa tattakhizoona masaani'a la'allakum takhludoon
dan kamu membuat benteng-benteng dengan harapan kamu hidup kekal?
Tafseer
130
وَإِذَا بَطَشۡتُم بَطَشۡتُمۡ جَبَّارِينَ
Wa izaa batashtum batashtum jabbaareen
Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu lakukan secara kejam dan bengis.
Tafseer
131
فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ
Fattaqul laaha wa atee'oon
Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku,
Tafseer
132
وَٱتَّقُواْ ٱلَّذِيٓ أَمَدَّكُم بِمَا تَعۡلَمُونَ
Wattaqul lazeee amad dakum bimaa ta'lamoon
dan tetaplah kamu bertakwa kepada-Nya yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui.
Tafseer
133
أَمَدَّكُم بِأَنۡعَٰمٖ وَبَنِينَ
Amaddakum bi an'aa minw wa baneen
Dia (Allah) telah menganugerahkan kepadamu hewan ternak dan anak-anak,
Tafseer
134
وَجَنَّـٰتٖ وَعُيُونٍ
Wa jannaatinw wa 'uyoon
dan kebun-kebun, dan mata air,
Tafseer
135
إِنِّيٓ أَخَافُ عَلَيۡكُمۡ عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٖ
Innee akhaafu 'alaikum 'azaaba Yawmin 'azeem
sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar."
Tafseer
136
قَالُواْ سَوَآءٌ عَلَيۡنَآ أَوَعَظۡتَ أَمۡ لَمۡ تَكُن مِّنَ ٱلۡوَٰعِظِينَ
Qaaloo sawaaa'un 'alainaaa awa 'azta am lam takum minal waa'izeen
Mereka menjawab, "Sama saja bagi kami, apakah engkau memberi nasihat atau tidak memberi nasihat,
Tafseer
137
إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا خُلُقُ ٱلۡأَوَّلِينَ
In haazaaa illaa khuluqul awwaleen
(agama kami) ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang-orang terdahulu,
Tafseer
138
وَمَا نَحۡنُ بِمُعَذَّبِينَ
Wa maa nahnu bimu 'azzabeen
dan kami (sama sekali) tidak akan di azab."
Tafseer
139
فَكَذَّبُوهُ فَأَهۡلَكۡنَٰهُمۡۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ
Fakazzaboohu fa ahlaknaahum; inna fee zaalika la aayah; wa maa kaana aksaruhum mu'mineen
Maka mereka mendustakannya (Hud), lalu Kami binasakan mereka. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
Tafseer
140
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ
Wa inna Rabbaka la huwal 'Azeezur Raheem
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
Tafseer
141
كَذَّبَتۡ ثَمُودُ ٱلۡمُرۡسَلِينَ
Kazzabat Samoodul mursaleen
Kaum Samud telah mendustakan para rasul.
Tafseer
142
إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ صَٰلِحٌ أَلَا تَتَّقُونَ
Iz qaala lahum akhoohum Saalihun alaa tattaqoon
Ketika saudara mereka Saleh berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?
Tafseer
143
إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ
Innee lakum Rasoolun ameen
Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
Tafseer
144
فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ
Fattaqul laaha wa atee'oon
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
Tafseer
145
وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Wa maaa as'alukum 'alaihi min ajrin in ajriya illaa 'alaa Rabbil 'aalameen
Dan aku tidak meminta sesuatu imbalan kepadamu atas ajakan ini, imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.
Tafseer
146
أَتُتۡرَكُونَ فِي مَا هَٰهُنَآ ءَامِنِينَ
Atutrakoona fee maa haahunnaaa aamineen
Apakah kamu (mengira) akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman,
Tafseer
147
فِي جَنَّـٰتٖ وَعُيُونٖ
Fee jannaatinw wa 'uyoon
di dalam kebun-kebun dan mata air,
Tafseer
148
وَزُرُوعٖ وَنَخۡلٖ طَلۡعُهَا هَضِيمٞ
Wa zuroo inw wa nakhlin tal 'uhaa hadeem
dan tanaman-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut.
Tafseer
149
وَتَنۡحِتُونَ مِنَ ٱلۡجِبَالِ بُيُوتٗا فَٰرِهِينَ
Wa tanhitoona minal jibaali buyootan faariheen
Dan kamu pahat dengan terampil sebagian gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah;
Tafseer
150
فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ
Fattaqul laaha wa atee'oon
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku;
Tafseer
151
وَلَا تُطِيعُوٓاْ أَمۡرَ ٱلۡمُسۡرِفِينَ
Wa laa tutee'ooo amral musrifeen
dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melampaui batas,
Tafseer
152
ٱلَّذِينَ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ
Allazeena yufsidoona fil ardi wa laa yuslihoon
yang berbuat kerusakan di bumi dan tidak mengadakan perbaikan."
Tafseer
153
قَالُوٓاْ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ
Qaalooo innamaa anta minal musahhareen
Mereka berkata, "Sungguh, engkau hanyalah termasuk orang yang kena sihir;
Tafseer
154
مَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا فَأۡتِ بِـَٔايَةٍ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ
Maaa anta illaa basharum mislunaa faati bi Aayatin in kunta minas saadiqeen
engkau hanyalah manusia seperti kami; maka datangkanlah suatu mukjizat jika engkau termasuk orang yang benar."
Tafseer
155
قَالَ هَٰذِهِۦ نَاقَةٞ لَّهَا شِرۡبٞ وَلَكُمۡ شِرۡبُ يَوۡمٖ مَّعۡلُومٖ
Qaala haazihee naaqatul lahaa shirbunw w alakum shirbu yawmim ma'loom
Dia (Saleh) menjawab, "Ini seekor unta betina, yang berhak mendapatkan (giliran) minum, dan kamu juga berhak mendapatkan minum pada hari yang ditentukan.
Tafseer
156
وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٖ فَيَأۡخُذَكُمۡ عَذَابُ يَوۡمٍ عَظِيمٖ
Wa laa tamassoohaa bisooo'in fa yaakhuzakum 'azaabu Yawmin 'Azeem
Dan jangan kamu menyentuhnya (unta itu) dengan jahat, nanti kamu akan ditimpa azab pada hari yang dahsyat."
Tafseer
157
فَعَقَرُوهَا فَأَصۡبَحُواْ نَٰدِمِينَ
Fa'aqaroohaa fa asbahoo naadimeen
Kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka merasa menyesal,
Tafseer
158
فَأَخَذَهُمُ ٱلۡعَذَابُۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ
Fa akhazahumul 'azaab; inna fee zaalika la Aayah; wa maa kaana aksaruhum m'mineen
maka mereka ditimpa azab. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
Tafseer
159
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ
Wa inna Rabbaka la Huwal 'Azeezur Raheem
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
Tafseer
160
كَذَّبَتۡ قَوۡمُ لُوطٍ ٱلۡمُرۡسَلِينَ
kazzabat qawmu Lootinil mursaleen
Kaum Luṭ telah mendustakan para rasul,
Tafseer
161
إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ لُوطٌ أَلَا تَتَّقُونَ
Iz qaala lahum akhoohum Lootun alaa tattaqoon
ketika saudara mereka Luṭ berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?"
Tafseer
162
إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ
Innee lakum rasoolun ameen
Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
Tafseer
163
فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ
Fattaqul laaha wa atee'oon
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
Tafseer
164
وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Wa maaa as'alukum 'alaihi min ajrin in ajriya illaa 'alaa Rabbil 'aalameen
Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan ini; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.
Tafseer
165
أَتَأۡتُونَ ٱلذُّكۡرَانَ مِنَ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Ataatoonaz zukraana minal 'aalameen
Mengapa kamu mendatangi kaum laki-laki dari manusia (berbuat homoseks),
Tafseer
166
وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمۡ رَبُّكُم مِّنۡ أَزۡوَٰجِكُمۚ بَلۡ أَنتُمۡ قَوۡمٌ عَادُونَ
Wa tazaroona maa khalaqa lakum Rabbukum min azwaajikum; bal antum qawmun 'aadoon
dan kamu tinggalkan (perempuan) yang diciptakan Tuhan untuk menjadi istri-istri kamu? Kamu (memang) orang-orang yang melampaui batas."
Tafseer
167
قَالُواْ لَئِن لَّمۡ تَنتَهِ يَٰلُوطُ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُخۡرَجِينَ
Qaloo la'il lam tantahi yaa Lootu latakoonanna minal mukhrajeen
Mereka menjawab, "Wahai Luṭ! Jika engkau tidak berhenti, tentu engkau termasuk orang-orang yang terusir."
Tafseer
168
قَالَ إِنِّي لِعَمَلِكُم مِّنَ ٱلۡقَالِينَ
Qaala innee li'amalikum minal qaaleen
Dia (Luṭ) berkata, "Aku sungguh benci kepada perbuatanmu."
Tafseer
169
رَبِّ نَجِّنِي وَأَهۡلِي مِمَّا يَعۡمَلُونَ
Rabbi najjjinee wa ahlee mimmmaa ya'maloon
(Luṭ berdoa), "Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dan keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan."
Tafseer
170
فَنَجَّيۡنَٰهُ وَأَهۡلَهُۥٓ أَجۡمَعِينَ
Fanajjainaahu wa ahlahooo ajma'een
Lalu Kami selamatkan dia bersama keluarganya semua,
Tafseer
171
إِلَّا عَجُوزٗا فِي ٱلۡغَٰبِرِينَ
Illaa 'ajoozan filghaabireen
kecuali seorang perempuan tua (istrinya), yang termasuk dalam golongan yang ditinggal.
Tafseer
172
ثُمَّ دَمَّرۡنَا ٱلۡأٓخَرِينَ
Summa dammarnal aa khareen
Kemudian Kami binasakan yang lain.
Tafseer
173
وَأَمۡطَرۡنَا عَلَيۡهِم مَّطَرٗاۖ فَسَآءَ مَطَرُ ٱلۡمُنذَرِينَ
Wa amtarnaa 'alaihim mataran fasaaa'a matarul munzareen
Dan Kami hujani mereka (dengan hujan batu), maka betapa buruk hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu.
Tafseer
174
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ
Inna fee zaalika la Aayah; wa maa kaana aksaruhum mu'mineen
Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
Tafseer
175
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ
Wa inna Rabbaka la Huwal 'Azeezur Raheem
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
Tafseer
176
كَذَّبَ أَصۡحَٰبُ لۡـَٔيۡكَةِ ٱلۡمُرۡسَلِينَ
Kazzaba As haabul Aykatil mursaleen
Penduduk Aikah telah mendustakan para rasul;
Tafseer
177
إِذۡ قَالَ لَهُمۡ شُعَيۡبٌ أَلَا تَتَّقُونَ
Iz qaala lahum Shu'aybun alaa tattaqoon
Ketika Syu'aib berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?
Tafseer
178
إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ
Innee lakum Rasoolun ameen
Sungguh, aku adalah rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
Tafseer
179
فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ
Fattaqul laaha wa atee'oon
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku;
Tafseer
180
وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Wa maaa as'alukum 'alaihi min ajrin in ajriya illaa 'alaa Rabbil 'aalameen
dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan ini; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.
Tafseer
181
۞أَوۡفُواْ ٱلۡكَيۡلَ وَلَا تَكُونُواْ مِنَ ٱلۡمُخۡسِرِينَ
Awful kaila wa laa takoonoo minal mukhsireen
Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu merugikan orang lain;
Tafseer
182
وَزِنُواْ بِٱلۡقِسۡطَاسِ ٱلۡمُسۡتَقِيمِ
Wa zinoo bilqistaasil mustaqeem
dan timbanglah dengan timbangan yang benar.
Tafseer
183
وَلَا تَبۡخَسُواْ ٱلنَّاسَ أَشۡيَآءَهُمۡ وَلَا تَعۡثَوۡاْ فِي ٱلۡأَرۡضِ مُفۡسِدِينَ
Wa laa tabkhasun naasa ashyaaa 'ahum wa laa ta'saw fil ardi mufsideen
Dan janganlah kamu merugikan manusia dengan mengurangi hak-haknya dan janganlah membuat kerusakan di bumi;
Tafseer
184
وَٱتَّقُواْ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ وَٱلۡجِبِلَّةَ ٱلۡأَوَّلِينَ
Wattaqul lazee khalaqakum waljibillatal awwaleen
dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang terdahulu."
Tafseer
185
قَالُوٓاْ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ
Qaalooo innamaa anta minal musahhareen
Mereka berkata, "Engkau tidak lain hanyalah orang-orang yang kena sihir,
Tafseer
186
وَمَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا وَإِن نَّظُنُّكَ لَمِنَ ٱلۡكَٰذِبِينَ
Wa maaa anta illaa basharum mislunaa wa innazunnuka laminal kaazibeen
dan engkau hanyalah manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin engkau termasuk orang-orang yang berdusta.
Tafseer
187
فَأَسۡقِطۡ عَلَيۡنَا كِسَفٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ
Fa asqit 'alainaa kisafam minas samaaa'i in kunta minas saadiqeen
Maka jatuhkanlah kepada kami gumpalan dari langit, jika engkau termasuk orang-orang yang benar."
Tafseer
188
قَالَ رَبِّيٓ أَعۡلَمُ بِمَا تَعۡمَلُونَ
Qaala Rabbeee a'lamu bimaa ta'maloon
Dia (Syu'aib) berkata, "Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan."
Tafseer
189
فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمۡ عَذَابُ يَوۡمِ ٱلظُّلَّةِۚ إِنَّهُۥ كَانَ عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٍ
Fakazzaboohu fa akhazahum 'azaabu Yawmiz zullah; innahoo kaana 'azaaba Yawmin 'Azeem
Kemudian mereka mendustakannya (Syu'aib), lalu mereka ditimpa azab pada hari yang gelap. Sungguh, itulah azab pada hari yang dahsyat.
Tafseer
190
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ
Inna fee zaalika la Aayah; wa maa kaana aksaruhum mu'mineen
Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
Tafseer
191
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ
Wa inna Rabbaka la huwal 'Azeezur Raheem
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
Tafseer
192
وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Wa innahoo latanzeelu Rabbil 'aalameen
Dan sungguh, (Al-Qur`an) ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam,
Tafseer
193
نَزَلَ بِهِ ٱلرُّوحُ ٱلۡأَمِينُ
Nazala bihir Roohul Ameen
Yang dibawa turun oleh Ar-Rūḥ Al-Amīn (Jibril),
Tafseer
194
عَلَىٰ قَلۡبِكَ لِتَكُونَ مِنَ ٱلۡمُنذِرِينَ
'Alaa qalbika litakoona minal munzireen
ke dalam hatimu (Muhammad) agar engkau termasuk orang yang memberi peringatan,
Tafseer
195
بِلِسَانٍ عَرَبِيّٖ مُّبِينٖ
Bilisaanin 'Arabiyyim mubeen
dengan bahasa Arab yang jelas.
Tafseer
196
وَإِنَّهُۥ لَفِي زُبُرِ ٱلۡأَوَّلِينَ
Wa innahoo lafee Zuburil awwaleen
Dan sungguh, (Al-Qur`an) itu (disebut) dalam kitab-kitab orang yang terdahulu.
Tafseer
197
أَوَلَمۡ يَكُن لَّهُمۡ ءَايَةً أَن يَعۡلَمَهُۥ عُلَمَـٰٓؤُاْ بَنِيٓ إِسۡرَـٰٓءِيلَ
Awalam yakul lahum Aayatan ai ya'lamahoo 'ulamaaa'u Baneee Israaa'eel
Apakah tidak (cukup) menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya?
Tafseer
198
وَلَوۡ نَزَّلۡنَٰهُ عَلَىٰ بَعۡضِ ٱلۡأَعۡجَمِينَ
Wa law nazzalnaahu 'alaa ba'dil a'jameen
Dan seandainya (Al-Qur`an) itu Kami turunkan kepada sebagian dari golongan bukan Arab,
Tafseer
199
فَقَرَأَهُۥ عَلَيۡهِم مَّا كَانُواْ بِهِۦ مُؤۡمِنِينَ
Faqara ahoo 'alaihim maa kaanoo bihee mu'mineen
lalu dia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak juga akan beriman kepadanya.
Tafseer
200
كَذَٰلِكَ سَلَكۡنَٰهُ فِي قُلُوبِ ٱلۡمُجۡرِمِينَ
Kazaalika salaknaahu fee quloobil mujrimeen
Demikianlah, Kami masukkan (sifat dusta dan ingkar) ke dalam hati orang-orang yang berdosa,
Tafseer
201
لَا يُؤۡمِنُونَ بِهِۦ حَتَّىٰ يَرَوُاْ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَلِيمَ
Laa yu'minoona bihee hattaa yarawul 'azaabal aleem
mereka tidak akan beriman kepadanya, hingga mereka melihat azab yang pedih.
Tafseer
202
فَيَأۡتِيَهُم بَغۡتَةٗ وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ
Fayaatiyahum baghtatanw wa hum laa yash'uroon
Maka datang azab kepada mereka secara mendadak, ketika mereka tidak menyadarinya.
Tafseer
203
فَيَقُولُواْ هَلۡ نَحۡنُ مُنظَرُونَ
Fa yaqooloo hal nahnu munzaroon
l Lalu mereka berkata, "Apakah kami diberi penangguhan waktu?"
Tafseer
204
أَفَبِعَذَابِنَا يَسۡتَعۡجِلُونَ
Aafabi 'azaabinaa yasta'jiloon
Bukankah mereka yang meminta agar azab Kami dipercepat?
Tafseer
205
أَفَرَءَيۡتَ إِن مَّتَّعۡنَٰهُمۡ سِنِينَ
Aara'aita im matta'naahum sineen
Maka bagaimana pendapatmu jika kepada mereka Kami berikan kenikmatan hidup beberapa tahun,
Tafseer
206
ثُمَّ جَآءَهُم مَّا كَانُواْ يُوعَدُونَ
Summa jaaa'ahum maa kaanoo yoo'adoon
kemudian datang kepada mereka azab yang diancamkan kepada mereka,
Tafseer
207
مَآ أَغۡنَىٰ عَنۡهُم مَّا كَانُواْ يُمَتَّعُونَ
Maaa aghnaaa 'anhum maa kaanoo yumaatoo'oon
niscaya tidak berguna bagi mereka kenikmatan yang mereka rasakan.
Tafseer
208
وَمَآ أَهۡلَكۡنَا مِن قَرۡيَةٍ إِلَّا لَهَا مُنذِرُونَ
Wa maaa ahlaknaa min qaryatin illaa lahaa munziroon
Dan Kami tidak membinasakan suatu negeri, kecuali setelah ada orang-orang yang memberi peringatan kepadanya;
Tafseer
209
ذِكۡرَىٰ وَمَا كُنَّا ظَٰلِمِينَ
Zikraa wa maa kunnaa zaalimeen
untuk (menjadi) peringatan. Dan Kami tidak berlaku zalim.
Tafseer
210
وَمَا تَنَزَّلَتۡ بِهِ ٱلشَّيَٰطِينُ
Wa maa tanazzalat bihish Shayaateen
Dan (Al-Qur`an) itu tidaklah dibawa turun oleh setan-setan.
Tafseer
211
وَمَا يَنۢبَغِي لَهُمۡ وَمَا يَسۡتَطِيعُونَ
Wa maa yambaghee lahum wa maa yastatee'oon
Dan tidaklah pantas bagi mereka (Al-Qur`an itu), dan mereka pun tidak akan sanggup.
Tafseer
212
إِنَّهُمۡ عَنِ ٱلسَّمۡعِ لَمَعۡزُولُونَ
Innahum 'anis sam'i lama'zooloon
Sesungguhnya untuk mendengarkannya pun mereka dijauhkan.
Tafseer
213
فَلَا تَدۡعُ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ فَتَكُونَ مِنَ ٱلۡمُعَذَّبِينَ
Falaa tad'u ma'al laahi ilaahan aakhara fatakoona minal mu'azzabeen
Maka janganlah kamu menyeru (menyembah) tuhan selain Allah, nanti kamu termasuk orang-orang yang di azab.
Tafseer
214
وَأَنذِرۡ عَشِيرَتَكَ ٱلۡأَقۡرَبِينَ
Wa anzir 'asheeratakal aqrabeen
Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu (Muhammad) yang terdekat,
Tafseer
215
وَٱخۡفِضۡ جَنَاحَكَ لِمَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ
Wakhfid janaahaka limanit taba 'aka minal mu'mineen
dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman yang mengikutimu.
Tafseer
216
فَإِنۡ عَصَوۡكَ فَقُلۡ إِنِّي بَرِيٓءٞ مِّمَّا تَعۡمَلُونَ
Fa in asawka faqul innee bareee'um mimmmaa ta'maloon
Kemudian jika mereka mendurhakaimu maka katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan."
Tafseer
217
وَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱلۡعَزِيزِ ٱلرَّحِيمِ
Wa tawakkal alal 'Azeezir Raheem
Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha penyayang,
Tafseer
218
ٱلَّذِي يَرَىٰكَ حِينَ تَقُومُ
Allazee yaraaka heena taqoom
Yang melihat engkau ketika engkau berdiri (untuk salat),
Tafseer
219
وَتَقَلُّبَكَ فِي ٱلسَّـٰجِدِينَ
Wa taqallubaka fis saajideen
dan (melihat) perubahan gerakan badanmu di antara orang-orang yang sujud.
Tafseer
220
إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ
Innahoo Huwas Samee'ul 'Aleem
Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
Tafseer
221
هَلۡ أُنَبِّئُكُمۡ عَلَىٰ مَن تَنَزَّلُ ٱلشَّيَٰطِينُ
Hal unabbi'ukum 'alaa man tanazzalush Shayaateen
Maukah Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun?
Tafseer
222
تَنَزَّلُ عَلَىٰ كُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٖ
Tanazzalu 'alaa kulli affaakin aseem
Mereka (setan) turun kepada setiap pendusta yang banyak berdosa,
Tafseer
223
يُلۡقُونَ ٱلسَّمۡعَ وَأَكۡثَرُهُمۡ كَٰذِبُونَ
Yulqoonas sam'a wa aksaruhum aaziboon
mereka menyampaikan hasil pendengaran mereka, sedangkan kebanyakan mereka orang-orang pendusta.
Tafseer
224
وَٱلشُّعَرَآءُ يَتَّبِعُهُمُ ٱلۡغَاوُۥنَ
Washshu 'araaa'u yattabi 'uhumul ghaawoon
Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat.
Tafseer
225
أَلَمۡ تَرَ أَنَّهُمۡ فِي كُلِّ وَادٖ يَهِيمُونَ
Alam tara annahum fee kulli waadiny yaheemoon
Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah,
Tafseer
226
وَأَنَّهُمۡ يَقُولُونَ مَا لَا يَفۡعَلُونَ
Wa annahum yaqooloona ma laa yaf'aloon
dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)?
Tafseer
227
إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّـٰلِحَٰتِ وَذَكَرُواْ ٱللَّهَ كَثِيرٗا وَٱنتَصَرُواْ مِنۢ بَعۡدِ مَا ظُلِمُواْۗ وَسَيَعۡلَمُ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ أَيَّ مُنقَلَبٖ يَنقَلِبُونَ
Illal lazeena aamanoo w a'amilus saalihaati wa zakarul laaha kaseeranw wantasaroo mim ba'di maa zulimoo; wa saya'lamul lazeena zalamooo aiya munqalbiny yanqaliboon
kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapat kemenangan setelah terzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang-orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.
Tafseer
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
1
طسٓۚ تِلۡكَ ءَايَٰتُ ٱلۡقُرۡءَانِ وَكِتَابٖ مُّبِينٍ
Taa-Seeen; tilka Aayaatul Qur-aani wa Kitaabim Mubeen
Ṭā Sīn. Inilah ayat-ayat Al-Qur`an, dan Kitab yang jelas,
Tafseer
2
هُدٗى وَبُشۡرَىٰ لِلۡمُؤۡمِنِينَ
Hudanw wa bushraa lil mu'mineen
petunjuk dan berita gembira bagi orang-orang yang beriman,
Tafseer
3
ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤۡتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَهُم بِٱلۡأٓخِرَةِ هُمۡ يُوقِنُونَ
Allazeena yuqeemoonas Salaata wa yu'toonaz Zakaata wa hum bil Aakhirati hum yooqinoon
(yaitu) orang-orang yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat, dan mereka meyakini adanya akhirat.
Tafseer
4
إِنَّ ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡأٓخِرَةِ زَيَّنَّا لَهُمۡ أَعۡمَٰلَهُمۡ فَهُمۡ يَعۡمَهُونَ
Innal lazeena laa yu'mimoona bil Aakhirati zaiyannaa lahum a'maalahum fahum ya'mahoon
Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, Kami jadikan terasa indah bagi mereka amalan (yang buruk), sehingga mereka bergelimang dalam kesesatan.
Tafseer
5
أُوْلَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَهُمۡ سُوٓءُ ٱلۡعَذَابِ وَهُمۡ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ هُمُ ٱلۡأَخۡسَرُونَ
Ulaaa'ikal lazeena lahum sooo'ul 'azaabi wa hum fil Aakhirati humul akhsaroon
Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksaan buruk (di dunia) dan mereka di akhirat adalah orang-orang yang paling rugi.
Tafseer
6
وَإِنَّكَ لَتُلَقَّى ٱلۡقُرۡءَانَ مِن لَّدُنۡ حَكِيمٍ عَلِيمٍ
Wa innaka latulaqqal Qur-aana mil ladun Hakeemin 'Aleem
Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar telah diberi Al-Qur`an dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana, Maha Mengetahui.
Tafseer
7
إِذۡ قَالَ مُوسَىٰ لِأَهۡلِهِۦٓ إِنِّيٓ ءَانَسۡتُ نَارٗا سَـَٔاتِيكُم مِّنۡهَا بِخَبَرٍ أَوۡ ءَاتِيكُم بِشِهَابٖ قَبَسٖ لَّعَلَّكُمۡ تَصۡطَلُونَ
Iz qaala Moosaa li ahliheee inneee aanastu naaran saaateekum minhaa bikhabarin aw aateekum bishihaabin qabasil la'allakum tastaloon
(Ingatlah) ketika Musa berkata kepada keluarganya, "Sungguh, aku melihat api. Aku akan membawa kabar tentang itu kepadamu, atau aku akan membawa suluh api (obor) kepadamu agar kamu dapat berdiang (menghangatkan badan dekat api)."
Tafseer
8
فَلَمَّا جَآءَهَا نُودِيَ أَنۢ بُورِكَ مَن فِي ٱلنَّارِ وَمَنۡ حَوۡلَهَا وَسُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Falammaa jaaa'ahaa noodiya am boorika man finnnnaari wa man hawlahaa wa Subhaanal laahi Rabbil 'aalameen
Maka ketika dia tiba di sana (tempat api itu), dia diseru, "Telah diberkahi orang-orang yang berada di dekat api, dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam."
Tafseer
9
يَٰمُوسَىٰٓ إِنَّهُۥٓ أَنَا ٱللَّهُ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ
Yaa Moosaaa innahooo Anal laahul 'Azeezul Hakeem
(Allah berfirman), "Wahai Musa! Sesungguhnya Aku adalah Allah, Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
Tafseer
10
وَأَلۡقِ عَصَاكَۚ فَلَمَّا رَءَاهَا تَهۡتَزُّ كَأَنَّهَا جَآنّٞ وَلَّىٰ مُدۡبِرٗا وَلَمۡ يُعَقِّبۡۚ يَٰمُوسَىٰ لَا تَخَفۡ إِنِّي لَا يَخَافُ لَدَيَّ ٱلۡمُرۡسَلُونَ
Wa alqi 'asaak; falammmaa ra aahaa tahtazzu ka annahaa jaaannunw wallaa mudbiranw wa lam yu'aqqib; yaa Moosaa laa takhaf innee laa yakhaafu ladaiyal mursaloon
Dan lemparkanlah tongkatmu!" Maka ketika (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seperti seekor ular yang gesit, dia lari berbalik ke belakang tanpa menoleh. "Wahai Musa! Jangan takut! Sesungguhnya dihadapan-Ku para rasul tidak perlu takut,
Tafseer
11
إِلَّا مَن ظَلَمَ ثُمَّ بَدَّلَ حُسۡنَۢا بَعۡدَ سُوٓءٖ فَإِنِّي غَفُورٞ رَّحِيمٞ
Illaa man zalama summa baddala husnam ba'da sooo'in fa innee Ghafoorur Raheem
kecuali orang yang berlaku zalim yang kemudian mengubah (dirinya) dengan kebaikan setelah kejahatan (bertobat); maka sungguh, Aku Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Tafseer
12
وَأَدۡخِلۡ يَدَكَ فِي جَيۡبِكَ تَخۡرُجۡ بَيۡضَآءَ مِنۡ غَيۡرِ سُوٓءٖۖ فِي تِسۡعِ ءَايَٰتٍ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ وَقَوۡمِهِۦٓۚ إِنَّهُمۡ كَانُواْ قَوۡمٗا فَٰسِقِينَ
Wa adkhil yadaka fee jaibika takhruj baidaaa'a min ghairisooo'in feetis'i Aayaatin ilaa Fir'awna wa qawmih; innahum kaanoo qawman faasiqeen
Dan masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia akan ke luar menjadi putih (bersinar) tanpa cacat. (Kedua mukjizat ini) termasuk sembilan macam mukjizat (yang akan dikemukakan) kepada Fir'aun dan kaumnya. Mereka benar-benar orang-orang yang fasik."
Tafseer
13
فَلَمَّا جَآءَتۡهُمۡ ءَايَٰتُنَا مُبۡصِرَةٗ قَالُواْ هَٰذَا سِحۡرٞ مُّبِينٞ
Falammaa jaaa'at hum Aayaatunaa mubsiratan qaaloo haazaa sihrum mubeen
Maka ketika mukjizat-mukjizat Kami yang terang itu sampai kepada mereka, mereka berkata, "Ini sihir yang nyata."
Tafseer
14
وَجَحَدُواْ بِهَا وَٱسۡتَيۡقَنَتۡهَآ أَنفُسُهُمۡ ظُلۡمٗا وَعُلُوّٗاۚ فَٱنظُرۡ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُفۡسِدِينَ
Wa jahadoo bihaa wastaiqanat haaa anfusuhum zulmanw-wa 'uluwwaa; fanzur kaifa kaana 'aaqibatul mufsideen
Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongannya, padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.
Tafseer
15
وَلَقَدۡ ءَاتَيۡنَا دَاوُۥدَ وَسُلَيۡمَٰنَ عِلۡمٗاۖ وَقَالَا ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي فَضَّلَنَا عَلَىٰ كَثِيرٖ مِّنۡ عِبَادِهِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ
Wa laqad aatainaa Daawooda wa sulaimaana 'ilmaa; wa qaalal hamdu lil laahil lazee faddalanaa 'alaa kaseerim min 'ibaadihil mu'mineen
Dan sungguh, Kami telah memberikan ilmu kepada Dawud dan Sulaiman, dan keduanya berkata, "Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari banyak hamba-hamba-Nya yang beriman."
Tafseer
16
وَوَرِثَ سُلَيۡمَٰنُ دَاوُۥدَۖ وَقَالَ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ عُلِّمۡنَا مَنطِقَ ٱلطَّيۡرِ وَأُوتِينَا مِن كُلِّ شَيۡءٍۖ إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ ٱلۡفَضۡلُ ٱلۡمُبِينُ
Wa warisa Sulaimaanu Daawooda wa qaala yaaa aiyuhan naasu 'ullimnaa mantiqat tairi wa ooteenaa min kulli shai'in inna haazaa lahuwal fadlul mubeen
Dan Sulaiman telah mewarisi Dawud, dan dia (Sulaiman) berkata, "Wahai manusia! Kami telah diajari bahasa burung dan kami diberi segala sesuatu. Sungguh, (semua) ini benar-benar karunia yang nyata."
Tafseer
17
وَحُشِرَ لِسُلَيۡمَٰنَ جُنُودُهُۥ مِنَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِ وَٱلطَّيۡرِ فَهُمۡ يُوزَعُونَ
Wa hushira Sulaimaana junooduhoo minal jinni wal insi wattairi fahum yooza'oon
Dan untuk Sulaiman dikumpulkan bala tentaranya dari jin, manusia dan burung, lalu mereka berbaris dengan tertib.
Tafseer
18
حَتَّىٰٓ إِذَآ أَتَوۡاْ عَلَىٰ وَادِ ٱلنَّمۡلِ قَالَتۡ نَمۡلَةٞ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّمۡلُ ٱدۡخُلُواْ مَسَٰكِنَكُمۡ لَا يَحۡطِمَنَّكُمۡ سُلَيۡمَٰنُ وَجُنُودُهُۥ وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ
hattaaa izaaa ataw 'alaa waadin namli qaalat namlatuny yaaa aiyuhan namlud khuloo masaakinakum laa yahtimannakum Sulaimaanu wa junooduhoo wa hum laa yash'uroon
Hingga ketika mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut, "Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari."
Tafseer
19
فَتَبَسَّمَ ضَاحِكٗا مِّن قَوۡلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوۡزِعۡنِيٓ أَنۡ أَشۡكُرَ نِعۡمَتَكَ ٱلَّتِيٓ أَنۡعَمۡتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَيَّ وَأَنۡ أَعۡمَلَ صَٰلِحٗا تَرۡضَىٰهُ وَأَدۡخِلۡنِي بِرَحۡمَتِكَ فِي عِبَادِكَ ٱلصَّـٰلِحِينَ
Fatabassama daahikam min qawlihaa wa qaala Rabbi awzi'nee an ashkura ni'mata kal lateee an'amta 'alaiya wa 'alaa waalidaiya wa an a'mala saalihan tardaahu wa adkhilnee birahmatika fee 'ibaadikas saaliheen
Maka dia (Sulaiman) tersenyum lalu tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa, "Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh."
Tafseer
20
وَتَفَقَّدَ ٱلطَّيۡرَ فَقَالَ مَالِيَ لَآ أَرَى ٱلۡهُدۡهُدَ أَمۡ كَانَ مِنَ ٱلۡغَآئِبِينَ
Wa tafaqqadat taira faqaala maa liya laaa aral hud hud, am kaana minal ghaaa'ibeen
Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata, "Mengapa aku tidak melihat Hudhud, apakah ia termasuk yang absen (tidak hadir)?
Tafseer
21
لَأُعَذِّبَنَّهُۥ عَذَابٗا شَدِيدًا أَوۡ لَأَاْذۡبَحَنَّهُۥٓ أَوۡ لَيَأۡتِيَنِّي بِسُلۡطَٰنٖ مُّبِينٖ
La-u'azzibanahoo 'azaaban shadeedan aw la azbahannahoo aw layaatiyannee bisultaanim mubeen
Aku pasti akan menghukumnya dengan hukuman yang berat atau aku akan menyembelihnya, kecuali jika ia datang kepadaku dengan alasan yang jelas."
Tafseer
22
فَمَكَثَ غَيۡرَ بَعِيدٖ فَقَالَ أَحَطتُ بِمَا لَمۡ تُحِطۡ بِهِۦ وَجِئۡتُكَ مِن سَبَإِۭ بِنَبَإٖ يَقِينٍ
Famakasa ghaira ba'eedin faqaala ahattu bimaa lam tuhit bihee wa ji'tuka min Sabaim binaba iny-yaqeen
Maka tidak lama kemudian (datanglah Hudhud), lalu ia berkata, "Aku telah mengetahui sesuatu yang belum engkau ketahui. Aku datang kepadamu dari negeri Saba` membawa suatu berita yang meyakinkan.
Tafseer
23
إِنِّي وَجَدتُّ ٱمۡرَأَةٗ تَمۡلِكُهُمۡ وَأُوتِيَتۡ مِن كُلِّ شَيۡءٖ وَلَهَا عَرۡشٌ عَظِيمٞ
Innee wajattum ra atan tamlikuhum wa ootiyat min kulli shai'inw wa lahaa 'arshun 'azeem
Sungguh, aku mendapati ada seorang perempuan yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta memiliki singgasana yang besar.
Tafseer
24
وَجَدتُّهَا وَقَوۡمَهَا يَسۡجُدُونَ لِلشَّمۡسِ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ أَعۡمَٰلَهُمۡ فَصَدَّهُمۡ عَنِ ٱلسَّبِيلِ فَهُمۡ لَا يَهۡتَدُونَ
Wajattuhaa wa qawmahaa yasjudoona lishshamsi min doonil laahi wa zaiyana lahumush Shaitaanu a'maalahum fasaddahum 'anis sabeeli fahum laa yahtadoon
Aku (burung Hudhud) mendapatinya dan kaumnya menyembah matahari, bukan kepada Allah; dan setan telah menjadikan tampak indah bagi mereka perbuatan-perbuatan (buruk) mereka, sehingga menghalangi mereka dari jalan (Allah), maka mereka tidak mendapat petunjuk.
Tafseer
25
أَلَّاۤ يَسۡجُدُواْۤ لِلَّهِ ٱلَّذِي يُخۡرِجُ ٱلۡخَبۡءَ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَيَعۡلَمُ مَا تُخۡفُونَ وَمَا تُعۡلِنُونَ
Allaa yasjudoo lillaahil lazee yukhrijul khab'a fis samaawaati wal ardi wa ya'lamu maa tukhfoona wa maa tu'linoon
Mereka (juga) tidak menyembah Allah yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan yang kamu tampakkan.
Tafseer
26
ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ ٱلۡعَرۡشِ ٱلۡعَظِيمِ۩
Allaahu laaa ilaaha illaa Huwa Rabbul 'Arshil Azeem
Allah, tidak ada tuhan melainkan Dia, Tuhan Yang mempunyai Arasy yang agung."
Tafseer
27
۞قَالَ سَنَنظُرُ أَصَدَقۡتَ أَمۡ كُنتَ مِنَ ٱلۡكَٰذِبِينَ
Qaala sananzuru asadaqta am kunta minal kaazibeen
Dia (Sulaiman) berkata, "Akan kami lihat, apa kamu benar, atau termasuk yang berdusta.
Tafseer
28
ٱذۡهَب بِّكِتَٰبِي هَٰذَا فَأَلۡقِهۡ إِلَيۡهِمۡ ثُمَّ تَوَلَّ عَنۡهُمۡ فَٱنظُرۡ مَاذَا يَرۡجِعُونَ
Izhab bikitaabee haaza fa alqih ilaihim summma tawalla 'anhum fanzur maazaa yarji'oon
Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkanlah kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan."
Tafseer
29
قَالَتۡ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلۡمَلَؤُاْ إِنِّيٓ أُلۡقِيَ إِلَيَّ كِتَٰبٞ كَرِيمٌ
Qaalat yaaa aiyuhal mala'u innee ulqiya ilaiya kitaabun kareem
Dia (Balqis) berkata, "Wahai para pembesar! Sesungguhnya telah disampaikan kepadaku sepucuk surat yang mulia."
Tafseer
30
إِنَّهُۥ مِن سُلَيۡمَٰنَ وَإِنَّهُۥ بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Innahoo min Sulaimaana wa innahoo bismil laahir Rahmaanir Raheem
Sesungguhnya (surat) itu dari Sulaiman yang isinya, "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
Tafseer
31
أَلَّا تَعۡلُواْ عَلَيَّ وَأۡتُونِي مُسۡلِمِينَ
Allaa ta'loo 'alaiya waa toonee muslimeen
Janganlah engkau berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri."
Tafseer
32
قَالَتۡ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلۡمَلَؤُاْ أَفۡتُونِي فِيٓ أَمۡرِي مَا كُنتُ قَاطِعَةً أَمۡرًا حَتَّىٰ تَشۡهَدُونِ
Qaalat yaaa aiyuhal mala'u aftoonee fee amree maa kuntu qaati'atan amran hattaa tashhhaddon
Dia (Balqis) berkata, "Wahai para pembesar! Berilah aku pertimbangan dalam perkaraku (ini). Aku tidak pernah memutuskan suatu perkara sebelum kamu hadir dalam majelis(ku)."
Tafseer
33
قَالُواْ نَحۡنُ أُوْلُواْ قُوَّةٖ وَأُوْلُواْ بَأۡسٖ شَدِيدٖ وَٱلۡأَمۡرُ إِلَيۡكِ فَٱنظُرِي مَاذَا تَأۡمُرِينَ
Qaaloo nahnu uloo quwwatinw wa uloo baasin shadeed; wal amru ilaiki fanzuree maazaa taamureen
Mereka menjawab, "Kita memiliki kekuatan dan keberanian yang luar biasa (untuk berperang), tetapi keputusan berada di tanganmu; maka pertimbangankanlah apa yang akan engkau perintahkan."
Tafseer
34
قَالَتۡ إِنَّ ٱلۡمُلُوكَ إِذَا دَخَلُواْ قَرۡيَةً أَفۡسَدُوهَا وَجَعَلُوٓاْ أَعِزَّةَ أَهۡلِهَآ أَذِلَّةٗۚ وَكَذَٰلِكَ يَفۡعَلُونَ
Qaalat innal mulooka izaa dakhaloo qaryatan afsadoohaa wa ja'alooo a'izzata ahlihaaa azillah; wa kazaalika yaf'aloon
Dia (Balqis) berkata, "Sesungguhnya raja-raja apabila menaklukkan suatu negeri, mereka tentu membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian yang akan mereka perbuat.
Tafseer
35
وَإِنِّي مُرۡسِلَةٌ إِلَيۡهِم بِهَدِيَّةٖ فَنَاظِرَةُۢ بِمَ يَرۡجِعُ ٱلۡمُرۡسَلُونَ
Wa innee mursilatun ilaihim bihadiyyatin fanaaziratum bima yarji'ul mursaloon
Dan sungguh, aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku) akan menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh para utusan itu."
Tafseer
36
فَلَمَّا جَآءَ سُلَيۡمَٰنَ قَالَ أَتُمِدُّونَنِ بِمَالٖ فَمَآ ءَاتَىٰنِۦَ ٱللَّهُ خَيۡرٞ مِّمَّآ ءَاتَىٰكُمۚ بَلۡ أَنتُم بِهَدِيَّتِكُمۡ تَفۡرَحُونَ
Falammaa jaaa'a Sulaimaana qaala atumiddoonani bimaalin famaaa aataakum bal antum bihadiy yatikum tafrahoon
Maka ketika para (utusan itu) sampai kepada Sulaiman, dia (Sulaiman) berkata, "Apakah kamu akan memberi harta kepadaku? Apa yang Allah berikan kepadaku lebih baik daripada apa yang Allah berikan kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu.
Tafseer
37
ٱرۡجِعۡ إِلَيۡهِمۡ فَلَنَأۡتِيَنَّهُم بِجُنُودٖ لَّا قِبَلَ لَهُم بِهَا وَلَنُخۡرِجَنَّهُم مِّنۡهَآ أَذِلَّةٗ وَهُمۡ صَٰغِرُونَ
Irji' ilaihim falanaatiyan nahum bijunoodil laa qibala lahum bihaa wa lanukhri jannahum minhaaa azillatanw wa hum saaghiroon
Kembalilah kepada mereka! Sungguh, Kami pasti akan mendatangi mereka dengan bala tentara yang mereka tidak mampu melawannya, dan akan kami usir mereka dari negeri itu (Saba`) secara terhina dan mereka akan menjadi (tawanan) yang hina dina."
Tafseer
38
قَالَ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلۡمَلَؤُاْ أَيُّكُمۡ يَأۡتِينِي بِعَرۡشِهَا قَبۡلَ أَن يَأۡتُونِي مُسۡلِمِينَ
Qaala yaaa aiyuhal mala'u aiyukum yaateenee bi'arshihaa qabla ai yaatoonee muslimeen
Dia (Sulaiman) berkata, "Wahai para pembesar! Siapakah di antara kamu yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku menyerahkan diri?"
Tafseer
39
قَالَ عِفۡرِيتٞ مِّنَ ٱلۡجِنِّ أَنَا۠ ءَاتِيكَ بِهِۦ قَبۡلَ أَن تَقُومَ مِن مَّقَامِكَۖ وَإِنِّي عَلَيۡهِ لَقَوِيٌّ أَمِينٞ
Qaala 'ifreetum minal jinni ana aateeka bihee qabla an taqooma mim maqaamika wa innee 'alaihi laqawiyyun ameen
Ifrit dalam golongan jin berkata, "Akulah yang akan membawanya kepadamu sebelum engkau berdiri dari tempat dudukmu; dan sungguh, aku kuat melakukannya dan dapat dipercaya."
Tafseer
40
قَالَ ٱلَّذِي عِندَهُۥ عِلۡمٞ مِّنَ ٱلۡكِتَٰبِ أَنَا۠ ءَاتِيكَ بِهِۦ قَبۡلَ أَن يَرۡتَدَّ إِلَيۡكَ طَرۡفُكَۚ فَلَمَّا رَءَاهُ مُسۡتَقِرًّا عِندَهُۥ قَالَ هَٰذَا مِن فَضۡلِ رَبِّي لِيَبۡلُوَنِيٓ ءَأَشۡكُرُ أَمۡ أَكۡفُرُۖ وَمَن شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشۡكُرُ لِنَفۡسِهِۦۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيّٞ كَرِيمٞ
Qaalal lazee indahoo 'ilmum minal Kitaabi ana aateeka bihee qabla ai yartadda ilaika tarfuk; falammaa ra aahu mustaqirran 'indahoo qaala haazaa min fadli Rabbee li yabluwaneee 'a-ashkuru am akfuru wa man shakara fa innamaa yashkuru linafsihee wa man kafara fa inna Rabbee Ghaniyyun Kareem
Seorang yang mempunyai ilmu dari Kitab berkata, "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip." Maka ketika dia (Sulaiman) melihat singgasana itu terletak di hadapannya, dia pun berkata, "Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya). Barang siapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barang siapa ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya, Mahamulia."
Tafseer
41
قَالَ نَكِّرُواْ لَهَا عَرۡشَهَا نَنظُرۡ أَتَهۡتَدِيٓ أَمۡ تَكُونُ مِنَ ٱلَّذِينَ لَا يَهۡتَدُونَ
Qaala nakkiroo lahaa 'arshahaa nanzur atahtadeee am takoonu minal lazeena laa yahtadoon
Dia (Sulaiman) berkata, "Ubahlah untuknya singgasananya; kita akan melihat apakah dia (Balqis) mengenalnya atau tidak mengenalnya lagi."
Tafseer
42
فَلَمَّا جَآءَتۡ قِيلَ أَهَٰكَذَا عَرۡشُكِۖ قَالَتۡ كَأَنَّهُۥ هُوَۚ وَأُوتِينَا ٱلۡعِلۡمَ مِن قَبۡلِهَا وَكُنَّا مُسۡلِمِينَ
Falammaa jaaa'at qeela ahaakaza 'arshuki qaalat kaanna hoo; wa ooteenal 'ilma min qablihaa wa kunnaa muslimeen
Maka ketika dia (Balqis) datang, ditanyakanlah (kepadanya), "Serupa inikah singgasanamu?" Dia (Balqis) menjawab, "Seakan-akan itulah dia." (Dan dia Balqis berkata), "Kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)."
Tafseer
43
وَصَدَّهَا مَا كَانَت تَّعۡبُدُ مِن دُونِ ٱللَّهِۖ إِنَّهَا كَانَتۡ مِن قَوۡمٖ كَٰفِرِينَ
Wa saddahaa maa kaanat ta'budu min doonil laahi innahaa kaanat min qawmin kaafireen
Dan kebiasaannya menyembah selain Allah telah mencegahnya (untuk menampakkan keislamannya), sesungguhnya dia (Balqis) dahulu termasuk orang-orang kafir.
Tafseer
44
قِيلَ لَهَا ٱدۡخُلِي ٱلصَّرۡحَۖ فَلَمَّا رَأَتۡهُ حَسِبَتۡهُ لُجَّةٗ وَكَشَفَتۡ عَن سَاقَيۡهَاۚ قَالَ إِنَّهُۥ صَرۡحٞ مُّمَرَّدٞ مِّن قَوَارِيرَۗ قَالَتۡ رَبِّ إِنِّي ظَلَمۡتُ نَفۡسِي وَأَسۡلَمۡتُ مَعَ سُلَيۡمَٰنَ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Qeela lahad khulis sarha falammaa ra at hu hasibat hu lujjatanw wa khashafat 'an saaqaihaa; qaala innahoo sarhum mumarradum min qawaareer; qaalat Rabbi innee zalamtu nafsee wa aslamtu ma'a Sulaimaana lillaahi Rabbil 'aalameen
Dikatakan kepadanya (Balqis), "Masuklah ke dalam istana." Maka ketika dia (Balqis) melihat (lantai istana) itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya (penutup) kedua betisnya, Dia (Sulaiman) berkata, "Sesungguhnya ini hanyalah lantai istana yang dilapisi kaca." Dia (Balqis) berkata, "Ya Tuhanku, sungguh, aku telah berbuat zalim terhadap diriku. Aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan seluruh alam."
Tafseer
45
وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَآ إِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمۡ صَٰلِحًا أَنِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ فَإِذَا هُمۡ فَرِيقَانِ يَخۡتَصِمُونَ
Wa laqad arsalnaaa ilaa Samoda akhaahum Saalihan ani'budul lahha fa izaa hum fareeqaani yakhtasimoon
Dan sungguh, Kami telah mengutus kepada (kaum) Samud saudara mereka yaitu Saleh (yang menyeru), "Sembahlah Allah!" Tetapi tiba-tiba mereka (menjadi) dua golongan yang bermusuhan.
Tafseer
46
قَالَ يَٰقَوۡمِ لِمَ تَسۡتَعۡجِلُونَ بِٱلسَّيِّئَةِ قَبۡلَ ٱلۡحَسَنَةِۖ لَوۡلَا تَسۡتَغۡفِرُونَ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ
Qaala yaa qawmi lima tasta'jiloona bissaiyi'ati qablal hasanati law laa tas taghfiroonal laaha la'allakum turhamoon
Dia (Saleh) berkata, "Wahai kaumku! Mengapa kamu meminta disegerakan keburukan sebelum (kamu meminta) kebaikan? Mengapa kamu tidak memohon ampunan kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat?"
Tafseer
47
قَالُواْ ٱطَّيَّرۡنَا بِكَ وَبِمَن مَّعَكَۚ قَالَ طَـٰٓئِرُكُمۡ عِندَ ٱللَّهِۖ بَلۡ أَنتُمۡ قَوۡمٞ تُفۡتَنُونَ
Qaalut taiyarnaa bika wa bimam ma'ak; qaala taaa'irukum 'indal laahi bal antum qawmun tuftanoon
Mereka menjawab, "Kami mendapat nasib yang malang disebabkan oleh kamu dan orang-orang yang bersamamu." Dia (Saleh) berkata, "Nasibmu ada pada Allah (bukan kami yang menjadi sebab), tetapi kamu adalah kaum yang sedang diuji."
Tafseer
48
وَكَانَ فِي ٱلۡمَدِينَةِ تِسۡعَةُ رَهۡطٖ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ
Wa kaana fil madeenati tis'atu rahtiny yufsidoona fil ardi wa laa yuslihoon
Dan di kota itu ada sembilan orang laki-laki yang berbuat kerusakan di bumi, mereka tidak melakukan perbaikan.
Tafseer
49
قَالُواْ تَقَاسَمُواْ بِٱللَّهِ لَنُبَيِّتَنَّهُۥ وَأَهۡلَهُۥ ثُمَّ لَنَقُولَنَّ لِوَلِيِّهِۦ مَا شَهِدۡنَا مَهۡلِكَ أَهۡلِهِۦ وَإِنَّا لَصَٰدِقُونَ
Qaaloo taqaasamoo billaahi lanubaiyitannahoo wa ahlahoo summaa lanaqoolana liwaliy yihee maa shahidnaa mahlika ahliee wa innaa lasaadiqoon
Mereka berkata, "Bersumpahlah kamu dengan (nama) Allah, bahwa kita pasti akan menyerangnya bersama keluarganya pada malam hari, kemudian kita akan mengatakan kepada ahli warisnya (bahwa) kita tidak menyaksikan kebinasaan keluarganya itu, dan sungguh, kita orang yang benar."
Tafseer
50
وَمَكَرُواْ مَكۡرٗا وَمَكَرۡنَا مَكۡرٗا وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ
Wa makaroo makranw wa makarnaa makranw wa hum laa yash'uroon
Dan mereka membuat tipu daya, dan Kami pun menyusun tipu daya, sedangkan mereka tidak menyadari.
Tafseer
51
فَٱنظُرۡ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ مَكۡرِهِمۡ أَنَّا دَمَّرۡنَٰهُمۡ وَقَوۡمَهُمۡ أَجۡمَعِينَ
Fanzur kaifa kaana 'aaqibatu makrihim annaa dammar naahum wa qawmahum ajma'een
Maka perhatikanlah bagaimana akibat dari tipu daya mereka, bahwa Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya.
Tafseer
52
فَتِلۡكَ بُيُوتُهُمۡ خَاوِيَةَۢ بِمَا ظَلَمُوٓاْۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗ لِّقَوۡمٖ يَعۡلَمُونَ
Fatilka buyootuhum khaa wiyatam bimaa zalamoo; inna fee zaalika la Aayatal liqaw miny-ya'lamoon
Maka itulah rumah-rumah mereka yang runtuh karena kezaliman mereka. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mengetahui.
Tafseer
53
وَأَنجَيۡنَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَكَانُواْ يَتَّقُونَ
Wa anjainal lazeena aamanoo wa kaanoo yattaqoon
Dan Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.
Tafseer
54
وَلُوطًا إِذۡ قَالَ لِقَوۡمِهِۦٓ أَتَأۡتُونَ ٱلۡفَٰحِشَةَ وَأَنتُمۡ تُبۡصِرُونَ
Wa lootan iz qaala liqawmiheee ataatoonal faa hishata wa antum qawmun tajjhaloon
Dan (ingatlah kisah) Luṭ, ketika dia berkata kepada kaumnya, "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fāḥisyah (keji), padahal kamu melihatnya (kekejian perbuatan maksiat itu)?"
Tafseer
55
أَئِنَّكُمۡ لَتَأۡتُونَ ٱلرِّجَالَ شَهۡوَةٗ مِّن دُونِ ٱلنِّسَآءِۚ بَلۡ أَنتُمۡ قَوۡمٞ تَجۡهَلُونَ
A'innakum lataatoonar rijaala shahwatam min doonin nisaaa'; bal antum qawmun tajhaloon
Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) syahwat(mu), bukan (mendatangi) perempuan? Sungguh, kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu).
Tafseer
Klik ayat untuk membaca tafsirnya